QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://mariam.kotasantri.com
Bergabung
19 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Government Employees
simple...simple dan simple ^_^
http://mariam008.multiply.com
mariam@kotasantri.net
mariam@kotasantri.net
mary_oq07
email_aq07@yahoo.com
Tulisan Mariam Lainnya
Belajar Menyelesaikan Masalah dari Aisyah
21 November 2013 pukul 20:00 WIB
Tidak Boleh Membuka Rahasia
9 November 2013 pukul 21:21 WIB
Perempuan Berkeahlian, Mengapa Tidak?
26 September 2013 pukul 21:00 WIB
Membangun Keluarga Shaleh
21 September 2013 pukul 20:00 WIB
Nasehat Bagi Keluarga Muslim di Bulan Ramadhan
27 Juli 2013 pukul 19:19 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 7 April 2009 pukul 18:11 WIB

Pemahaman yang Utuh adalah Pemahaman yang Dikembalikan ke Hati

Penulis : Mariam Komalawati

"Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya.” (Ali Bin Abi Thalib).

Senang bahkan kagum bisa mengenal sosok orang yang mempunyai kepribadian yang subhanallah “mantap” dengan cakupan ilmu yang luas dan prestasi yang salut. Setiap apa yang disampaikan selalu membuka hati dan fikir untuk berdzikir, betapa Allah telah mencurahkan nikmat yang tiada terkira. Alhamdulillah.

Terlebih ketika apa yang disampaikannya membuka pola fikir yang menggiring untuk lebih memahami setiap kejadian bahwa tidak ada hal yang luput untuk menjadi bahan pembelajaran.

Betapa banyak ayat Al-Qur’an yang membahas mengenai hal ini, bahwa manusia harus selalu tadzkirah, salah satu ayat tersebut misalnya, “Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Qur'an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.” (QS. 39 : 27).

“Dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (QS. 43 : 56).

“Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal shaleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.” (QS. 40 : 58).

“Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).” (QS. 40 : 13).

Lantas, seberapa sadarkah diri kita dalam memaknai setiap tingkah polah, ataupun kejadian per detik yang kita jalani setiap hari?

Berapa banyak buku yang kita baca? Berapa banyak pula makna yang bisa kita ambil dari buku tersebut? Sadarkah kita terhadap setiap kejadian yang menimpa? Bahwa akan selalu ada hikmat di balik itu semua?

Terkadang, ilmu pengetahuan yang kita dapatkan, baik itu dari buku ataupun pengalaman, hanya “mandeg” mengendap di dasar fikiran sebagai dogma atau wacana semata. Tidak ada tindak lanjut terhadapnya, hanya sebatas faham sebagai konsep tanpa menggali lebih dalam makna apa yang terkandung di dalamnya, bahkan mungkin tidak sampai terasakan hikmahnya. Mungkin inilah gerangan yang disebut kekurangpekaan atau bahkan ketidakpekaan kita.

Kepekaan jiwa, mungkin inilah hal yang kurang ada pada diri kita. Ilmu yang selama ini kita gali melalui pendekatan modern yang cenderung bicara fakta, kurang diimbangi dengan ilmu iman melalui pendekatan agama untuk membuka tabir makna. Kecenderungan berfikir logis kita mengikis aspek spiritual yang tidak selamanya bisa ditembus dengan kacamata logika.

Semoga kita mendapatkan bimbinganNya dalam menjalani hidup dan kehidupan dalam proses menggali potensi diri, mempertajam pola fikir, mengasah kepekaan jiwa, untuk meraih keridhaanNya. Semoga kita diberikan kekuatan untuk terus berusaha memposisikan diri sebagai seorang hamba Allah yang senantiasa bersyukur dan mentafakuri. Aamiin...

http://mariam008.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mariam Komalawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Widia | guru
Semailah hikmah dengan berpikir, tumbuhkan hikmah dengan menulis, dan petiklah hikmah dengan membaca. Semuanya bisa dilakukan di KotaSantri.com. Tampilannya keren, biru menyejukkan. I like it! Tulisannya sederhana, indah, dan sarat makna. Bisa nulis dan bisa baca juga. Semoga selalu memberikan manfaat bagi pengunjungnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2023
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0425 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels