Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://idaernawati.kotasantri.com
Bergabung
7 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Yogyakarta - DI Yogyakarta
Pekerjaan
PNS
Aku adalah muslimah biasa yang selalu merindukanNya..... : merindukan cintaNya... BerkahNya.. RahmatNya... HidayahNya... dan ingin berjumpa denganNya....
http://dhidaerna.multiply.com
Tulisan Ida Lainnya
Sudah Seminggu Ini Aku Tidak Makan
19 Maret 2009 pukul 17:01 WIB
Laki-laki Lebih Cepat Meninggal Dunia?
7 Maret 2009 pukul 18:22 WIB
Ketika Cinta Mengguncah Kalbuku
5 Maret 2009 pukul 19:43 WIB
Minggu yang Mendung, Semendung Hatiku
24 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Hidup adalah Berpacu dengan Waktu
15 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Kamis, 26 Maret 2009 pukul 18:11 WIB

Cinta itu Hanya dari Allah Semata

Penulis : Ida Ernawati

Ketika aku ingin memberikan sekapur sirih mengenai sebuah rasa cinta, aku yakin kita sudah pernah merasakannnya. Entah cinta terhadap ayah bunda, entah cinta terhadap saudara-saudari, ataupun cinta terhadap orang-orang di sekitar kita.

Perasaan seperti apakah yang kita rasakan? Begitu menggelora, penuh keinginan untuk menyenangkan dan membuat bahagia terhadap siapapun yang kita sayangi. Bahkan ketika kita harus berkorban, pengorbanan itupun dipenuhi rasa cinta.

Terhadap anak misalnya, kita rela untuk bangun tiap malam demi meleraikan tangisnya dengan sentuhan terlembut, atau disaat kita lelah tiba-tiba bunda kita minta dibuatkan secangkir teh, kita akan dengan senang hati melakukannya.

Cinta itu begitu indah, agung, mulia, bahkan ketika kita berkorban, kita tidak merasa bahwa kita berkorban. Semua rasa cinta yang kita miliki begitu bermakna dan dalam perwujudan yang nyata, tercurah dalam kasih sayang dan perhatian.

Ada satu cinta yang kadang kita abaikan, kita hanya bilang 'percaya dan beriman' kepada sang Maha Pengasih dan Penyayang, padahal justru Dialah yang mempunyai sifat pengasih dan penyayang sebenarnya.

Perasaan cinta kita terhadap ayah bunda, terhadap anak, terhadap saudara, merupakan perwujudan sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Disadari atau tidak, sifatNya telah melekat pada kita sejak kita lahir.

Dia telah memberikan udara untuk nafas kita, Dia memberikan angin untuk membelai rambut kita ketika kita duduk di pantai, Dia memberikan sinar matahari yang begitu cerah sehingga kita dapat menjalani kehidupan di siang hari, dan menerangi dengan sinar rembulan ketika gelap datang.

Bukankah ini wujud cinta kasihNya? Cinta kasih yang tak ternilai oleh apapun dan tak bisa disamai oleh siapapun, bahkan Dia tidak mengharap apapun dari kita. Dia mempunyai segala-galanya, tak akan pernah kekurangan apapun. Bahkan ketika seluruh penduduk dunia meminta udara kepadaNya, Dia tetap hidup. Ketika semua meminta air, Dia tidak akan pernah kekeringan.

Bayangkan, betapa kayanya Dia, betapa luas kekuasaanNya, meliputi seluruh daratan dan lautan serta tidak terbatas oleh jarak dan waktu, sejak manusia belum ada sampai tidak ada nantinya. Musim berganti musim, tahun berganti tahun, Dia tetap akan ada. Sedangkan kita? Suatu saat entah masih ada atau sudah tiada. Wallahu a'lam.

Mari kita renungkan sejenak, apakah kita pernah mencintai Dia seperti kita mencintai diri kita sendiri? Bahkan ketika pekerjaan menyita waktu, kita kadang lupa untuk menghadapNya tepat waktu, padahal Dia sudah menunggu kita dengan kasih sayangNya.

Dia ingin membelai hati kita dengan harapan dan pengampunan. SeruanNya melalui adzan adalah memanggil hamba-hambaNya yang dicintai, tetapi kadang kita lalai. Apakah Dia marah? Apakah Dia mendiamkan kita dan lantas tiba-tiba menghentikan udara untuk nafas kita? Apakah Dia lantas merubah rejeki kita yang sudah ditentukanNya?

Tidak, Dia tetap sabar menunggu kita menghadapNya, Dia tetap memberikan udara untuk nafas kita, Dia menunggu kita untuk bertaubat. Ketahuilah sahabat, Dia tetap memaafkan kita ketika kita melakukan kesalahan-kesalahan yang sama. Sungguh Mahasabar Dia. Apakah kita tidak malu, padahal ketika atasan kita memberikan sedikit perhatian saja kita sudah senang, bahkan kita ingin segera membalasnya dengan bingkisan.

Dia Tuhan kita, yang telah memperhatikan kita siang malam, dikala kita terjaga maupun dalam lelap. Betapa cintaNya Dia pada kita, lantas balasan apa yang ingin kita berikan kepadaNya? Dari seluruh apapun yang kita miliki tidak akan mampu membalas perhatianNya, karena Dia tetap menunggu kita sampai batas waktu yang ditetapkan.

Kapankah kita akan memulai untuk bisa mencintai Dia melebihi segala cinta kita terhadap apapun? Dia masih menunggu kesadaran kita, sahabat. Dengan cintaNya kita masih diberikan waktu, mari kita peluk cintaNya dengan apa yang mampu kita berikan padaNya.

Berikan seluruh waktu kita untukNya dalam setiap gerak kita, ketika kita bekerja, ketika kita berjalan, ketika kita tidur, ketika kita makan, dan ketika kita melakukan apa saja. Mungkin kita tidak akan pernah masuk surga karena amalan kita yang begitu sedikit. Tapi percayalah, jika Dia memberi Rahmat, maka pintu itu akan terbuka.

Cintailah Dia dengan iman dan taqwa, dengan shalat dan zakat, dengan infaq dan sedekah, dengan mencintai sesama karena Allah SWT semata sampai suatu saat Dia meminta kita kembali untuk selama-lamanya.

Wallahu a'lam bishawwab.

http://dhidaerna.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ida Ernawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Elsye Ivanne | Swasta
Semoga dengann bergabung di KotaSantri.com banyak manfaat yang saya dapatkan n dapat bertukar fikian dengan akhi n ukhti. Mohon bimbingannnya karena dalam waktu dekat saya harus mengakhiri masa lajang dan berdampingan dengann seorang aktivis dakwah.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0936 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels