Pelangi » Percik | Senin, 23 Februari 2009 pukul 05:22 WIB

Jadikan Kita sebagai Muslim, Mukmin, dan Muttaqin

Penulis : Junaedogawa

Seseorang harus menjadikan dirinya menjadi Muslim. Masuk dalam zona aman yang mengikat seluruh aturan kehidupan seseorang. Menyerahkan segala apa yang ada dalam dirinya dalam lingkar keselamatan yang tidak pernah pudar. Nilai baru akan muncul ketika ia memasuki zona keislaman dengan pintu Syahadatain. Banyak kita temukan fenomena ini dalam kehidupan seseoarang yang tadinya berada di luar zona keislaman kemudian ia menemukan cahaya yang muncul dari dirinya. Ia yakin dan pada akhirnya ia pun menyerahkan dirinya dalam aturan yang hanif. Aturan pengikut Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad, serta para Nabi-nabi terdahulu.

Setelah kita sudah memasuki zona aman, maka kita perlu melakukan aplikasi penyerahan diri. Di sini kita akan mengikuti setiap aturan-aturan yang ada dalam zona aman tersebut. Kita memang sudah berada dalam zona aman, tetapi itu belum cukup untuk menjadikan diri kita benar-benar aman dari berbagai gangguan. Makanya kita perlu memagari diri kita dengan terjun dalam berbagai aturan yang ada dalam zona aman tersebut, yakni menjadikan diri sebagai orang mukmin.

Seseorang tidak hanya ada dalam zona aman lagi, tetapi ia telah ikut dalam mempertahankan keberadaannya dalam lingkaran zona aman keislaman. Iman dalam diri seseorang adalah benteng paling utama dalam menjaga dirinya dari berbagai macam gangguan dari luar. Jika tidak demikian, maka sangat mungkin terjadi apa yang sudah banyak kita lihat, berapa banyak yang ke luar dari zona keislaman hanya karena iming-iming materi yang tidak sebanding dengan nilai keamanannya di hari perhitungan kelak. Na'udzubillah...

Lalu, muttaqin. Sebuah hal yang sangat kita kenal dalam kehidupan kita. Tapi sebuah hal pula hang masih kurang kita perhatikan. Ingat, iman itu mengalami perubahan. Kadang naik dan kadang turun sangat drastis. Jika kita berhati-hati, maka bisa jadi kemukminan kita bisa luluh. Maka setiap kita memerlukan sebuah alat untuk menstabilkan keimanan. Taqwa adalah solusinya. Mengontrol diri kita dari segala bentuk perbuatan yang membuat iman kita berubah.

Ketika seseorang berada dalam sebuah situasi, baik susah maupun senang, tak ada yang perlu dihawatirkan bagi dirinya, sebab setiap kita apabila sudah berada dalam zona aman muslim, mukmin, dan muttaqin, maka yakinlah kebahagiaan akan selalu menjadi hiasan hidupnya. Kenapa tidak. Ketika ia dalam posisi susah, ia bersabar. Dan ketika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur.

Indah bukan?

KotaSantri.com 2002-2020