Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Santri
dewi asriyani
Guru IT SMA
Depok
Tomy Abuzairi
Mahasiswa
Jakarta Utara
senja
pemburu hantu..haha..
surabaya
Forum
Suara
ida : Ninggalin jejak
yantie : Hidup mmg seperti panggung sandiwara, warna-i cerita nya ada suka, duka, lengkap bgt,, tggal bgmna kita memilihnya, (lurus, sesat kelak akan menuai hikmah/hasilnya)
Pelangi
Percik
Selasa, 22 Mei 2012 pukul 18:00 WIB
Ashif Aminulloh Fathnan
Mengapa harus demikian? Mudah saja. Karena dakwah kampus memang juga belum pernah menang. Maka mengapa harus menunggu untuk menjadi basi dan membusuk? Lebih baik kalah dan menjadi sejarah, tertimbun di …
Selengkapnya • Suka
Jum'at, 18 Mei 2012 pukul 12:00 WIB
Redaksi KSC
Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan menjadi penebar isu dan desas-desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal pikiran mereka selalu melayang-dayang tak tahu arah. Saat paling berbahaya …
Selengkapnya • Suka
Selasa, 15 Mei 2012 pukul 10:30 WIB
Muhammad Hilmy
Jika kita duduk dengan teman lama kita, yakinlah semua teman kita sudah sukses, karena setiap orang mempunyai definisi sendiri mengenai sukses. Pun dalam menjemput kesuksesan, tiap orang punya caranya masing-masing. …
Selengkapnya • Suka
Jum'at, 11 Mei 2012 pukul 12:00 WIB
Rifatul Farida
Detik demi detik selepas shubuh, adalah detik-detik berharga. Seolah sebagai pondasi dan awalan baik mewarnai dan mengarahkan ribuan detik berikutnya di hari itu. Kesempatan pagi ini dalam keindahan kalamNya, mengalun …
Selengkapnya • Suka
Selasa, 8 Mei 2012 pukul 14:00 WIB
Ashif Aminulloh Fathnan
Sepertinya hidup ini memang adalah melukis. Kau terlahir putih, bersih, seperti kanvas. Dan Allah sediakan berbagai warna untuk hidupmu. Allah sediakan cat; merah, kuning, hijau, biru, segala warna, untuk kau …
Selengkapnya • Suka
Eko | Karyawan BUMN
Alhamdulillah bisa bergabung lagi setelah 6 bulan aku off. Tulisannya bisa menggugah perasaan kita. Lanjutkan, saudaraku!

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1920 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels