Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Keutamaan Shalat Malam
4 September 2013 pukul 21:21 WIB
Kita Hidup dalam Lautan Ujian
27 Agustus 2013 pukul 19:00 WIB
Bika Ambon
25 Agustus 2013 pukul 23:00 WIB
Menjadi Orangtua Sukses
24 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 5 September 2013 pukul 22:00 WIB

Yang Hilang dari Wanita

Penulis : Redaksi KSC

Apa jadinya seorang wanita lebih memilih karir di atas keluarganya. Tentu saja akan ada seorang suami yang "kehilangan" isteri dan anak-anak yang kehilangan seorang ibu. Sebuah keluarga akan goyah, karena ditinggal salah satu tiang layarnya. Lalu bagaimana jika tidak hanya seorang, melainkan ratusan, ribuan bahkan jutaan wanita? Ya, sebanyak itulah juga keluarga yang akan hancur.

Arus feminisme memang sedang bertiup kencang di Indonesia. Ketika seorang wanita digagalkan untuk duduk sebagai presiden, maka kaum feminis berteriak tentang kesejajaran gender. Dan ketika wanita sudah jadi pemimpin, teriakan mereka pun akan semakin keras. Kesamaan hak perempuan dan laki-laki, perempuan adalah sama dengan laki laki semakin lantang diucapkan. Bahkan telah berani menentang sunnah Rasulullah SAW yang telah jelas-jelas beliau lakukan, yakni poligami.

Hal tersebut bisa kita lihat dalam muktamar NU ke-31 di Boyolali Solo beberapa tahun yang lalu, karena kaum wanita NU dari kubu Abdurrahman Wahid yang dipelopori oleh istrinya, yakni Ibu Sinta Nuriah, melakukan aksi boikot terhadap masakan yang telah dipesan oleh panitia bagian konsumsi muktamar tersebut terhadap masakan ayam "WONG SOLO", karena pemiliknya adalah orang yang melakukan poligami, dan poligami sangat melecehkan kaum wanita, katanya.

Mereka lupa, bahwa Allah telah menciptakan hamba-Nya bersama dengan fitrahnya. Masing-masing dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ketika fitrah itu dilanggar, maka akan terjadi ketidakseimbangan.

Seorang ayah yang bekerja di luar rumah adalah kewajibannya untuk mencari nafkah menghidupi keluarganya. Sedangkan seorang ibu yang berkerja di rumah adalah kewajibannya mengatur keluarga dan mendidik anak. Mengatur rumah, memasak dan mendidik anak di rumah bukanlah suatu yang hina bagi wanita. Namun justru ibadah yang mulia di sisi Allah.

Penganut feminisme ingin menghilangkan perbedaan fitrah laki-laki dan perempuan, semata-mata hanya merasa bahwa menjadi seperti laki-laki adalah sesuatu yang hebat. Maka mereka menganjurkan wanita untuk meninggalkan dapur dan bekerja di luar rumah bersaing merebut karir dengan laki-laki. Itulah kemenangan yang mereka inginkan.

Padahal kemenangan bagi wanita adalah jika ia berhasil membina keluarganya menjadi keluarga sakinah. Keluarga ideal yang berjalan di atas jalan Rabb-nya. Inilah cita-cita yang hilang dari lubuk kaum hawa sekarang ini.

Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa baik buruknya suatu bangsa dapat dilihat dari kaum wanitanya? Jika kaum wanitanya baik, maka bangsa itu akan baik. Sebaliknya, jika wanitanya buruk, maka bangsa itupun akan buruk pula.

Ibnu Qittun # Dimuat Ulang dari Arsip KSC @ 09-12-2004

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Elsye Ivanne | Swasta
Semoga dengann bergabung di KotaSantri.com banyak manfaat yang saya dapatkan n dapat bertukar fikian dengan akhi n ukhti. Mohon bimbingannnya karena dalam waktu dekat saya harus mengakhiri masa lajang dan berdampingan dengann seorang aktivis dakwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0516 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels