QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://mioariefiansyah.kotasantri.com
Bergabung
14 Maret 2009 pukul 17:57 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Penulis
http://mioariefiansyah.wordpress.com
Tulisan Miomio Lainnya
Wanita, Satu Kata Berjuta Makna
1 Desember 2011 pukul 13:45 WIB
Agar Suami Mengizinkan Istri Bekerja
10 Maret 2011 pukul 13:15 WIB
Wanita Cantik Itu …
23 Desember 2010 pukul 21:00 WIB
Menyesalkah Dilahirkan Sebagai Wanita?
4 November 2010 pukul 19:40 WIB
Kerja Tidak Harus Kantoran
23 September 2010 pukul 20:10 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 5 Juli 2012 pukul 13:45 WIB

Susah ya Jadi Wanita

Penulis : miomio

Jadi wanita itu nggak gampang. Kalau hanya sekadar wanita, mungkin semua orang bisa. Tapi wanita yang bermental baja dan berhati bidadari surga? Untuk menuju nilai sempurna, tantangannnya sangat “wow”, terutama tantangan yang berkaitan dengan hati.

Apapun yang dipilih oleh kaum wanita adalah sangat menarik untuk dijadikan “buah bibir”. Apapun itu yang ada kaitan erat dengan kehidupan pribadinya. Tak ayal, ada yang bilang kalau wanita itu sudah “terbiasa” jadi objek yang dipersalahkan. Paling tidak untuk masyarakat sekitar atau orang-orang yang mengenalnya.

Mau bukti?

Ketika seorang wanita memutuskan untuk menikah muda, itu adalah masalah, meski gak semua orang mempermasalahkannya. Pendapat bermunculan, mulai yang bernada positif seperti “Kok sayang banget sih nikah muda, kamu kan pintar, blablabla,” sampai yang bernada sinis seperti “Kegatelan ya, makanya ngembat anak orang!” pun dilayangkan.

Begitu juga dengan kasus nikah di usia “dewasa” yang dalam hal ini dicontohkan oleh film Cinta Suci Zahrana. Padahal pilihan hidup Zahrana untuk fokus terlebih dulu pada ilmu pengetahuan menurut saya tidak salah. Ilmu pengetahuan, hal positif bukan? Tapi, lagi-lagi tak semua orang SETUJU. “Kalau belajar mulu kapan nikahnya? blablabla.” Apalagi ketika Zahrana menolak lamaran dari laki-laki hidung belang, berbondong-bondong orang-orang di sekitarnya menyerbu dengan pendapat yang destruktif, “Ingat umur! Gitu aja pilah pilih! Mau yang kayak gimana? Gak sadar diri? Gak sadar usia? Dasarr!” Ya begitulah kira-kira.

Pilihan berikutnya, nikah di usia yang menurut orang-orang tepat, tapi jadi ibu rumah tangga murni tanpa ada kegiatan yang menghasilkan uang. So pasti, pendapat-pendapat seperti, “Ya ampyun, ilmu lo dikemanain sekolah tinggi-tinggi, sekarang kegiatannya cuma nyuci baju doank! blablabla.”

Mau yang selanjutnya? Boleh. Nikah, kerja, tapi terlalu mementingkan karier. Ehm… maka akan ada pendapat yang lagi-lagi sedikit tak manusiawi. “Karier mulu yang dipikirin, ntar kalau suami lo minggat kecanthol cew lain baru deh nangis jejeritan!”

Sudah nikah, tapi belum punya anak (entah karena memang sengaja menunda atau karena kehendak Allah). “Boo, udah nikah berapa taun sih? Buruan gih! Keburu kering tau!” dan pendapat-pendapat lain yang sejenis.

Sudah nikah dan langsung punya anak tak lantas selamat dari kejaran “wartawan” jadi-jadian karena mereka akan berkomentar, “Wihh, canggih bener, nikah baru berapa bulan udah hamil. DP duluan yeeee.”

Dan lain sebagainya.

Obrolan wanita dari beragam profesi dan latar belakang pun tak lepas dari masalah kehidupan wanita itu sendiri. Berikut ini contoh obrolan yang penulis rangkum dari berbagai sumber dengan gaya penulis (saya) sendiri.

“Jadi wanita tu rempong ya bo!”

“Gimana maksudnya?”

“Coba nih, kalau terlalu mandiri, laki- laki jadi merasa gak dibutuhin. Dan itu artinya harga diri mereka terinjak- injak. Tau kan gimana biasanya kalau laki-laki udah ngrasa gak dibutuhin? Ya cari seseorang yang ngebutuhin dia lah boo!”

“Ohhh… gitu!”

“Iya, lain juga kalau istrinya terlalu manja. Ih, lo tau kan, laki-laki tu alergi banget sama istri yang terlalu manja, apa-apa suami. Apalagi kalau diajak ngomong gak nyambung alias dodolnya udah taraf internasional!”

“Ohh… terus?”

“Ya gitu dech cyin, tu suami bakalan mudah kesengsem sama yang kalau diajak ngomong nyambung dan mandiri! Rempong kan boo!”

“Ho…. oh!”

***

Bersyukur sekali ya menjadi seorang wanita itu. Penuh dengan tantangan. Bukankah tantangan itu menarik? Saya pribadi memercayai bila tujuannya baik, Allah pasti akan melancarkan. Apapun pilihannya, semoga kita memilih karena Allah. Kalau kata Annisa di film PBS, pilihlah segala sesuatu dengan rasa bebas dan ikhlas. Sepakat! Sebab, bila kita memilih apapun itu karena atas dasar omongan orang, yang ada hanyalah kebimbangan setiap saat. Ketika melihat yang seperti itu ragu dan ketiga melihat yang seperti ini tidak percaya. Namun, ketika kita memilih dengan penuh kesadaran dan untuk tujuan kebaikan, yakin, Allah pasti akan meridhai

Saya pribadi bersyukur menjadi wanita. Dilahirkan menjadi seorang wanita sama saja dilahirkan sebagai seorang “artis/selebritis”. Bagaimana tidak, lha wong segala gerak-geriknya selalu menjadi sorotan. Bilapun tak menjadi sorotan orang-orang sedunia, setidaknya jadi sorotan orang-orang sekampung.

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalehah.” (Hadits)

Tulisan ini merupakan opini pribadi dari kegiatan diskusi bedah buku dan film Cinta Suci Zahrana, di Bekasi, 3 Juni 2012.

http://mioariefiansyah.wordpress.com

Suka
cinta sejati dan Johari Wianto menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan miomio sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eko Prasetyo | Editor Bahasa
Tulisan-tulisan di KotaSantri.com bagus dan sering dijadikan acuan oleh banyak pembaca. Saya memahaminya karena kebetulan juga berkecimpung di media serta punya banyak teman pembaca KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0536 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels