QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://vbmaya.kotasantri.com
Bergabung
6 Mei 2009 pukul 19:51 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Pengajar
Tulisan Febi Lainnya
Manusia dan Ilmu
9 Juni 2010 pukul 18:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 15 Juli 2010 pukul 20:15 WIB

Bukan Perempuan Biasa

Penulis : Febi Robianti

Perempuan dengan segala yang ada padanya. Begitu istimewa dan sangat unik. Mungkin statemen seperti ini saya sampaikan karena saya perempuan. Entahlah, yang pasti hanya sedikit orang yang memungkiri. Itu pun hanya manusia zaman batu alias zaman jahiliah (kalau ada di antara kita yang seperti itu, mudah-mudahan segera insaf). Seperti yang dikatakan oleh Rumi (Jalaluddin Rumi)

Perempuan tak lain menjadi cahaya Tuhan
Dia sebenarnya bukan dicintai secara duniawi:
Dia memiliki daya kreatif, dan bukan hasil dari kreatifitas

Siklus hidup yang ditapaki oleh perempuan akan lebih banyak warna. Terkadang ada fase yang diwarnai oleh biru muram hatinya. Tak lama kemudian, ia menjadi merah muda, seri tampak pada wajahnya. Fluktuatif tentu bukan tanpa sebab. Apa lagi jika sang perempuan adalah seorang mujahidah. Maaf, sebelumnya. Saya menggunakan kata perempuan karena lebih nyaman secara etimologis dibanding kata wanita. (Wanita adalah wani ditoto, sedangkan perempuan yang dipuankan).

Kecemasan yang dimiliki oleh perempuan dibungkus oleh munajah dan air matanya adalah aliran roja’. Kegembiraan yang dimiliki oleh perempuan pejuang adalah kegembiraan berbalut rasa syukur sambil berharap-harap cemas semoga ini tidak menjadi fitnah atau cobaan yang akan memelantingkan diri dan belahan jiwanya dari rahmah Allah SWT. Sedemikan berwarnanya hidup perempuan yang kadangkala berteman khauf di tengah malam sambil terus berjaga agar jundi-jundinya tidak merasakan adanya goncangan. Memang, mereka bukan perempuan biasa.

Mereka mujahidah, sang pendamping mujahid. Mereka menisbahkan kehidupannya untuk perjuangan. Bila mana sang kekasih menghadap Kekasih Sejati, perempuan pejuang seperti halnya perempuan lain pasti akan merasakan kesedihan yang menelangsakan jiwanya. Kesedihan yang membuncah hingga dada terasa akan pecah. Tetapi, setelah ia berucap innalillahi wa inna ilahi raajiuun ia berkata, “Bukankah perjuangan harus terus dilanjutkan?”
Berbekal keyakinan bahwa “Allahu ma’ana” dan dorongan saudara seaqidah, mujahidah mengumpulkan kembali semangat juangnya yang sempat berubah menjadi anak sungai di hati dan belahan jiwa tercinta. “Duh, Gusti. Muramnya jiwaku memudarkan ceria belahan jiwaku, maka cahayakanlah kembali dengan luasnya kasih sayang-Mu. Seperti yang Kau ketahui, aku adalah hamba yang lemah, maka kuatkanlah aku. Aku ini hamba-Mu yang selalu berkeluh kesah, maka alirkanlah ikhlas dari batinku. Saksikanlah, Gusti. Aku serahkan bermulanya hidupku hingga keberakhirannya. Maka, puaskanlah aku dengan kepastian janji-Mu."

Suka
Nurliyanti dan bambang menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Febi Robianti sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eka | Karyawan
Salam kenal untuk semua yang ada di KotaSantri.com. Saya baru ikut program ini, tempat ini memang tempat yang paling tepat untuk membekali pengetahuan dengan agama. Pokoknya okelah, tempat mengisi kekosongan disaat kesepian.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0946 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels