|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|
|
|
http://kotasantri.com |





Kamis, 1 Juli 2010 pukul 20:31 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Ada wanita perkasa di belakang kesuksesan seorang tokoh. Kalimat ini mungkin sudah pernah kita dengar dari orang lain, buku, majalah, atau media lainnya. Ungkapan tersebut memang tidak berlebihan, karena sejarah membuktikan para tokoh besar yang pernah ada di dunia ini sebagian besar menjadi orang berpengaruh, terkenal, berkat kontribusi isterinya.
Wanita perkasa di sana maksudnya bukan bermakna perkasa layaknya Xena dalam mitos Yunani. Perkasa bukan karena ototnya, tetapi perkasa karena kelembutannya, wibawanya, kejeniusannya, daya tarik, dan sejumlah kelebihan yang ada pada diri wanita. Dengan kelebihan itulah, para wanita itu memberikan motivasi, pengaruh, hingga pendampingnya tampil menjadi pemimpin dan tokoh yang disegani dan dihormati.
Sebagai contoh, ada Khadijah Binti Khuwalid di balik kesuksesan dakwah Rasulullah SAW. Khadijah dengan hartanya membiayai dakwah, dengan kelembutan dan kedewasaannya menghibur dan memberikan spirit di saat Rasulullah mendapatkan tekanan dari para penentangnya. Ia kerahkan segala sumber daya yang dimilikinya demi amanah dakwah untuk menyebarkan Islam yang dibebankan Allah kepada kekasihnya itu. Dalam sirah (sejarah) juga tercatat, para shahabiyah (sahabat wanita) ikut berperan aktif dalam dakwah Islam di masa Rasulullah dan sesudahnya.
Bahkan, buku sejarah yang kita baca dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, banyak memaparkan kontribusi kaum hawa bagi kemerdekaan bangsa ini. Saat negeri kita dijajah, kaum wanita tampil memimpin pergerakan untuk melakukan penentangan dan peperangan. Tinta emas sejarah telah menorehkan perjuangan Cut Nyak Dien, RA Kartini, Dewi Sartika, Kristina Marta Tiahahu, dan beberapa pahlawan wanita lainnya.
Di balik kelembutannya, kaum perempuan ternyata memiliki potensi yang sama untuk maju seperti laki-laki. Bahkan tidak sedikit yang bisa 'mengalahkan' laki-laki. Hanya saja, karena berbagai hal, potensi-potensi itu terkubur bersama nasib seorang perempuan. Dengan jumlahnya yang melebihi kaum pria, akan menjadi kekuatan sangat dahsyat bila mereka tampil menjadi wanita yang berdaya dan produktif.
Karena itu, potensi kaum muslimah harus dibangkitkan. Kaum muslimah, terutama kaum ibu, dengan keluangan waktunya harus diberdayakan agar mereka lebih produktif dan dapat menghasilkan sesuatu bagi keluarganya. Tentu saja, untuk membuat mereka lebih produktif, membutuhkan kerja keras dan dukungan dari semua pihak.
Dari Swadaya No. 40
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.