Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://nurjanah.kotasantri.com
Bergabung
3 Juli 2009 pukul 03:00 WIB
Domisili
surakarta - jawa tengah
Pekerjaan
-
seorang istri yang berusaha untuk menjadi istri yang terbaik bagi suami tersayang..
wanursolo@yahoo.com
Tulisan Siti Lainnya
Lepaskan Diri dari Cinta Dunia
15 Juli 2009 pukul 18:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 16 Juli 2009 pukul 20:00 WIB

Penampilan Sempurna?

Penulis : siti nurjanah

Sahabat, pernah ke luar malem kan? Pastinya pernah dong. Ga mungkin lah kalo kita cuma ke luar di siang hari, emang bangau. Btw, sewaktu kita mutusin untuk keluar di saat rembulan muncul, pasti kita pengen tampil elok. Ada yang berlomba untuk tampil secantik dan se-sempurna mungkin setiap mau ke luar rumah. Mulai dari memakai baju “modern” yang kekecilan, biar seksi katanya (astaghfirullah). Lalu menempel kosmetik yang mempertebal kulit wajah dan pernak-pernik cewek lain yang konon bakal menambah PD-nya. Duh...

Memang kelihatannya ke luar malam untuk hal yang ga penting-penting amat, semisal shopping, kumpul-kumpul ama teman, atau sekedar ngeceng di mall, seakan sudah menjadi kebiasaan cewek zaman sekarang. Katanya sich, hal tersebut menyenangkan, bahkan bisa disebut upaya melepas lelah (emang jalan kaki di mall ga capek?). Apalagi plus penampilan “sempurna”. Wah… Wah…

Kita tidak bisa pungkiri bahwa hidup di zaman yang serba modern, akan membuat remaja cewek berusaha untuk merubah apa pun dari dirinya menjadi “yang lebih baik”. Lebih girly, modis, pokoknya harus ngikuti trend masa kini. Beneran tu?!

Fenomena itu membuat kita harus teliti lebih jauh lagi. Apakah dengan berpenampilan menarik menjadi sebuah impian “wajib” bagi cewek? Ternyata, hal ini ngga sekonyong-konyong muncul gitu aja. Ada beberapa pihak yang punya andil sampai para cewek setengah mati ngejar impian itu. Salah satunya adalah media, termasuk berbagai iklan yang mempropagandakan bahwa wanita “sempurna” adalah wanita yang cantik, putih, dan modern. Konsep inilah yang diagung-agungkan oleh berbagai majalah maupun tabloid kecantikan dan fashion. Bahkan sudah dihembuskan pada anak-anak remaja melalui rubrik seputar fashion, gaya hidup, dll. Wah, parah dong!

Trus, kalo kita lebih dalam lagi ngebahas hal ini, melalui media tadi, para cewek diarahkan agar memiliki life style yang mendewakan kecantikan, konsumtif, dan materialis. Lihat saja, sebuah survey yang menunjukkan bahwa para perempuan telah menyediakan anggaran khusus untuk “memelihara kecantikan” hingga sepertiga dari seluruh pendapatan mereka. Duile, mbok ya sadar!

Nah, gambaran seperti ini pun terjadi di negeri kita yang kita tinggali ini lho. Mereka seakan tidak perduli dengan kejadian di sekitar, yang ada di benak mereka hanya gimana caranya agar mereka terlihat “sempurna”.

Dari sini, siapa sih yang diuntungin? Tentu aja industri-industri alat kecantikan, kosmetik, dan fashion-lah yang meraup keuntungan sangat besar dari bisnis ini. Bagaimana tidak, semakin banyak konsumen yang membeli produknya, pasti menambah pundi-pundi keuntungan baginya. Jadi jangan heran, berbagai image dan impian itu akhirnya terus dipelihara dan dikembangkan dari waktu ke waktu.

Sesungguhnya, apa yang terjadi jelas adalah bentuk-bentuk keburukan di era jahiliyah yang dikemas dalam baju modernitas. Kita bisa ambil contoh pada zaman dulu, cewek-cewek dibalut dengan pakaian yang memamerkan sebagian besar auratnya. Sedangkan perbedaan antara zaman jahiliyah dari berbagai peradaban dengan zaman sekarang hanya terletak pada bahan pakaiannya saja. Dulu dari besi atau daun, sekarang dari sutera atau katun. Iya kan?

Kondisi perempuan pada masa Peradaban Arab pra-Islam juga sangat memprihatinkan. Mereka dianggap sebagai harta benda yang diwariskan. Bahkan, mereka rela mengubur hidup-hidup bayi perempuan yang baru aja lahir. Ya, begitulah peradaban jahiliyah dalam memandang kaum perempuan. Mereka hanya dianggap sebagai pemuas nafsu syahwat dan barang yang dapat diperjualbelikan dengan harga murah. Ngeri banget!!!

Di saat peradaban-peradaban lain menempatkan wanita menjadi kelas dua, Islam datang membawa ajaran yang luhur dan agung. Islam menempatkan perempuan pada posisi yang mulia. Islam juga memberi kesempatan yang sama untuk meraih pahala tanpa memandang jenis kelamin. Sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab : 35).

Kehormatan wanita dalam Islam benar-benar dilindungi. Mengapa? Karena wanita adalah perhiasan berharga yang harusnya dipelihara, bukan dieksploitasi dan diekspos tanpa batasan. Sebagaimana Rasul bersabda, “Dunia dan segala isinya adalah perhiasan, tetapi sebaik-baik perhiasan di dunia adalah perempuan shalihah."

Memang tidak salah kalau kita pengen tampil sempurna, namun sewajarnya saja, jangan berlebihan. Rasulullah SAW melarang seorang wanita untuk bersolek atau berdandan dengan berlebihan. Dan seorang wanita yang sudah baligh, tidak diperbolehkan untuk memperlihatkan auratnya (yaitu seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan) kepada orang yang bukan mahramnya (keluarga) atau suaminya.

Selain itu, jangan sampe kita ikut-ikutan terhadap segala hal yang tidak baik menurut Islam, dengan alasan pengen tahu, penasaran, dll. Jangan deh! Soalnya Allah SWT sudah ngasih warning, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS. Al-Israa’ : 36).

Rasul juga bersabda, “Siapa saja yang melakukan perbuatan yang tidak sesuai tuntunanku, maka perbuatan itu tertolak.” (HR. Bukhari).

Jadi, jika ada budaya yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam, maka wajib untuk kita tolak, walaupun budaya itu sedang tren. Jangan takut dibilang gak trendi, karena itu hanya pendapat manusia saja, sedangkan pahala Allah dan pujian dariNya lebih menggiurkan daripada dunia seisinya. Betul nggak?

Pastikan kita sebagai barisan terdepan untuk berpenampilan sempurna dengan mentaati segala yang diperintahkan Allah. Dan jadikan syari'at Islam sebagai acuan kita dalam mengarungi kehidupan ini hanya untuk meraih RidhaNya. Amin.

Kiriman dari Seorang Teman, dengan sedikit perubahan.

Nurjanah, 09 juni 2009

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan siti nurjanah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Maharandi | Karyawan
Syukur alhamdulillah, sejak pertama kali membaca tulisan-tulisannya, saya langsung tertarik, karena materinya beragam dan terkadang mendatangkan inspirasi baru. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayahNya kepada kita semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2024
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1184 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels