Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Bila Esok Tiba
3 Juli 2009 pukul 21:08 WIB
Dan Bidadari Surga pun Cemburu Padamu
29 Juni 2009 pukul 18:33 WIB
Pesanggrahan Hati
26 Juni 2009 pukul 17:00 WIB
Belahan Jiwa(ku)
15 Juni 2009 pukul 18:11 WIB
Atas Nama Allah SWT
12 Juni 2009 pukul 17:14 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 9 Juli 2009 pukul 19:12 WIB

Naluri Wanita

Penulis : Rifatul Farida

Ada sebuah kesadaran menyentak wujud diri ketika usia dewasa menyambangi waktu yang sedang ku runut. Berawal dari pertanyaan seorang teman tentang kapan aku menikah. "Menikah?" Sejenak aku berpikir dan tanpa sadar perenungan dimulai. Menikah sama artinya bahwa aku akan menjadi seorang isteri dan juga tentu di ujungnya akan menjadi seorang ibu. Isteri dan Ibu, dua peranan ini yang hakikatnya menjadi milik wanita.

Wanita? Aku mengaca kembali pada wujud diri. Menjadi seorang wanita adalah hal yang luar biasa dengan kelengkapan sensitivitas rasa plus air mata. "Wanita", diam memaku tubuhku tiba-tiba. Karena itu adalah aku. Dalam bayanganku, sosok seorang wanita adalah sosok lembut penuh perhatian. Mempunyai naluri keibuan yang tajam. Meneduhkan ketika dipandang sebagai seorang isteri. Di garis sisi lain ketika seorang wanita telah berperan sebagai seorang ibu rumah tangga, maka rumah adalah tempat utamanya beraktifitas. Tempat yang nyaman dan aman bagi anak-anaknya. Dan kembali pernyataan yang memagut pertanyaan menohok ulu hati, "Aku wanita, begitukah aku?"

Ah.. Sejak saat itu, aku yang tidak begitu feminim bukan tombay dan super duper cuek berubah menjadi sedikit sensitive dari biasanya. Entah apa yang terjadi? Aku mulai menyukai bunga yang memang mengidentikan wanita, dan sejak kapan aku pun tak tahu persis mulai suka mengenakan bross atau aksesoris lainnya di jilbab yang biasanya polos tanpa pernak-pernik. Semua berjalan dengan sedikit perubahan yang aku sadari? Ah.. Ternyata banyak yang lebih tak kusadari, ketika pada puncaknya aku membeli sarung HP berwarna pink. Warna yang paling tak kusukai karena disamping norak, menurutku juga identik dengan warna wanita banget.

Dan kini, ketika 25 tahun ku runut masanya, perubahan itu bergulir mengiringi, ada di hati ini, ada di jiwa ini, ada di benak ini, untuk menjadi seorang wanita dengan segala sifat dan peranannya. Yah, itu nyata, aku seperti sedang bermetamorfosa dan aku tidak tahu mengapa. Sampai di ujungnya, ketika jawaban itu kutemukan dalam ayatNYA tentang manusia yang diciptakan sesuai dengan fitrahnya dalam beragama, kucoba biaskan dalam makna fitrah wanita. Dan kini melihat diri yang (barangkali) sedang kembali ke fitrah itu, fitrah tuk menjadi seorang wanita yang selama 24 tahun terpendam oleh tas rangsel dan aktivitas yang menguras energi. Naluri wanita yang ternyata ada juga dalam jiwa lelakiku.

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Ruum : 30).

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Endang Supriatna, S.Pd. | Guru
Ingin bergabung pada web yang sangat bermanfaat bagi ummat ini. Semoga web ini benar -benar menjadi media ukhuwah dan penebar ilmu. Amien.
KotaSantri.com © 2002 - 2023
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0588 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels