Pelangi » Muslimah | Kamis, 7 Mei 2009 pukul 21:14 WIB

Biasnya Arti Cantik

Penulis : Mariam Komalawati

Kecantikan adalah sesuatu yang diidam-idamkan oleh banyak orang, terutama perempuan. Kecantikan pun menjadi hal yang dibangga-banggakan oleh seorang laki-laki, mereka akan bangga mempunyai seorang pendamping hidup yang notabene termasuk cantik.

Terlepas dari apakah cantik itu, dan bagaimana standar seseorang dikatakan cantik, yang pasti istilah cantik itu sendiri bukan perempuan yang mengukurnya.

Diceritakan di sepanjang sejarah, bahwa kecantikan wanita bukan diukur oleh wanita itu sendiri, tetapi oleh kaum lelaki. Ukuran cantik ini bisa berubah sewaktu-waktu, sesuai dengan perkembangan dan pola fikir masyarakat yang berkembang.

Pada suatu masa, orang-orang mempunyai persepsi tentang wanita yang cantik adalah perempuan bertubuh gemuk. Hal ini bisa terlihat dalam lukisan-lukisan pada zaman Renaisans yang menggambarkan wanita-wanita dengan gumpalan lemak di tubuh mereka. Pada zaman ini, wanita-wanita berusaha menggemukan tubuhnya agar dianggap rupawan dan dicintai lawan jenisnya.

Kemudian datang satu masa dimana ketika itu seorang wanita akan dikatakan cantik jika tubuhnya kurus kering. Perempuan cantik adalah mereka yang bertubuh seperti ranting kayu, tinggi, dan langsing. Seluruh wanita di dunia kemudian berlomba-lomba menguruskan tubuhnya dengan menahan nafsu makan dan melaparkan diri, mereka menyebutnya sebagai program diet.

Terlepas dari begitu bedanya standar cantik bagi seorang perempuan, satu hal yang penting adalah, kita sebagai perempuan jangan terlalu mengejar kecantikan diri (secara pisik). Lebih dari itu, kita harus lebih mensyukuri diri dengan tidak membenamkan diri pada hal-hal yang dapat merusak kualitas diri, karena inilah kecantikan yang tidak akan pernah hilang selama kita hidup.

Semoga kita termasuk perempuan yang bisa meningkatkan kualitas diri kita sebagai aset terpenting yang membentuk kecantikan diri kita sendiri. Aamiin.

KotaSantri.com 2002-2023