Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Alamat Akun
http://karitasurya.kotasantri.com
Bergabung
21 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga
http://karitasurya.multiply.com
ratu_karitasurya
Tulisan Ratu Lainnya
Sucinya Pribadi Nabi Muhammad SAW
14 April 2009 pukul 23:53 WIB
Susahnya Menjaga Keikhlasan
28 Maret 2009 pukul 15:33 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 23 April 2009 pukul 20:20 WIB

Muslimah Penjunjung Panji Islam

Penulis : Ratu Karitasurya

Ibunya orang beriman, isteri Nabi Muhammad SAW sekaligus putri dari As-Shiddiq, adalah sosok yang pantas diteladani oleh seluruh mu'minah di sepanjang zaman. Ia adalah wanita pemilik kemuliaan yang tak tertandingi. Aisyah-lah manusia yang paling berilmu tentang Al-Qur'an, karena kehidupannya yang selalu bersanding dengan pembawa risalah Islam, dan beliau menyaksikan Al-Qur'an yang turun di rumah beliau.

Paling berilmu, karena paham bagaimana wujud penjabaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, dipraktikkan dalam perkataan, perbuatan, budi pekerti, akhlaq, dan adab oleh Rasulullah SAW.

Beliau pula wanita yang paling berilmu tentang hadits, fikih, pengobatan, syair, dan hikmah. Sehingga sangat wajar ketika Abu Bardah mengatakan, "Apabila ada sebuah permasalahan yang tidak diketahui di zaman sahabat, maka kami bertanya kepada Aisyah, dan kami memperoleh ilmu dari beliau."

Seorang sahabat yang lain mengatakan, "Saya tidak mengetahui ada orang yang lebih berilmu tentang Al-Qur'an, faraidh (ilmu waris), halal dan haram, syair, sejarah, dan nasab kecuali Aisyah."

Di kesempatan yang lain, akan kita dapatkan bagaimana wujud konkrit tarbiyah di atas manhaj nabawi pada diri Aisyah. Umar bin Khattab ketika menjelang wafat, berkata kepada Abdullah (anaknya), "Pergilah kepada Aisyah, sampaikan salamku padanya, dan mintakan ijin agar aku diperbolehkan dimakamkan di rumahnya bersama Rasulullah dan Abu Bakar." Maka Abdullah pun mendatangi Aisyah dan menyampaikan pesan ayahnya. Aisyah mengatakan, "Baik, dan ini adalah sebuah kemuliaan." Dan melanjutkan dengan berkata, "Wahai anakku, sampaikan salamku kepada Umar, dan katakan padanya jangan tinggalkan umat Muhammad tanpa pimpinan, pilihlah khalifah bagi umat dan jangan tinggalkan umat dalam keadaan sia-sia setelahmu, karena aku takut terjadi fitnah atas umat ini."

Wahai wanita mukminah, saksikanlah bagaimana keagungan perjalanan mereka yang di-tarbiyah dalam rumah-tangga nabi. Perhatikan bagaimanakah nasehat dan pandangan Aisyah untuk mengangkat khalifah setelah Umar, karena khawatir terjadinya fitnah. Seakan Aisyah menyaksikan hal-hal yang akan berlangsung di masa mendatang. Padahal tidaklah ia tahu tentang hal yang ghaib, namun ini adalah firasat seorang mukmin yang beriman kepada Allah dan RasulNya.

Beliau tak hanya sebatas melihat tentang dekatnya kematian Umar dan tentang masalah di mana Umar akan dimakamkan, namun beliau melihat bagaimana kehidupan umat Islam setelah Umar meninggal. Dari sini terlihat keluasan pandangan, jauhnya pemikiran ke depan, dan sekaligus perhatian yang sangat besar tentang urusan umat Islam. Inilah yang semestinya diteladani oleh wanita mukminah di zaman ini.

Sosok seorang Aisyah RA, memberikan ibrah yang berharga bagi para mukminah. Kedalaman ilmu, kecerdasan, dan perhatiannya terhadap umat adalah warisan yang berharga yang terus bisa diwarisi sampai hari ini. Terbukti dengan kedudukan beliau yang tercakup dalam tujuh orang di kalangan sahabat yang banyak menghafal fatwa-fatwa dari para sahabat.

Panji Islam di sepanjang sejarah akan selalu tegak dengan para penyandangnya. Dan Aisyah adalah salah satu penegak panji Islam di awal terbitnya cahaya Islam. Sebuah bukti bahwa wanita pun memiliki peran yang sangat besar dalam memperjuangkan Islam. Tidak hanya untuk membuang waktu untuk berbagai pekerjaan yang sia-sia, sebagaimana yang dilakukan oleh mayoritas muslimah di zaman ini.

Panji Islam memang akan tetap tegak dengan para pejuangnya sepanjang masa. Namun apakah kita para wanita mukminah menjadi bagian dari penyandang dan penegak risalah atau tidak, maka jawabnya ada pada diri kita.

http://karitasurya.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ratu Karitasurya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Fay Ahmed | Blogger
Senang sekali baca-baca di KotaSantri.com. Nambah pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0544 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels