HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://erwinarianto.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Depok - Jawa Barat
Pekerjaan
Karyawan
Tulisan Erwin Lainnya
Ketenteraman dalam Keluarga
2 Januari 2010 pukul 17:29 WIB
Sudahkah Kita Bersyukur?
6 Oktober 2009 pukul 17:10 WIB
Antara, Bulan, Matahari, dan Bidadari
2 Oktober 2009 pukul 20:45 WIB
Lembayung Merah
16 September 2009 pukul 19:15 WIB
Kebahagiaan Manusia
28 Juli 2009 pukul 17:34 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 9 April 2009 pukul 20:13 WIB

Wanita dan Kecantikan

Penulis : Erwin Arianto

Semua wanita di dunia ini ingin terlihat cantik. Untuk apa? Untuk dapat diperhatikan dari lingkungan sekitar, sahabat, keluarga, terutama oleh kekasih hati. Sehingga banyak wanita yang rela melakukan apa saja agar mendapat predikat cantik. Hal ini wajar, wanita usia muda maupun yang sudah berumur pun akan senang jika mendapat pujian cantik.

Saat ini, baik disadari ataupun tidak, kecantikan wanita sudah menjadi industri yang menggiurkan, dari usaha salon kecantikan, produk kosmetik, produk obat-obatan pelangsing tubuh, produk apearel, produk fashion, dan bahkan paranormal pun laku untuk pemasangan susuk agar seorang wanita terlihat cantik. Menandakan begitu terobsesinya wanita dengan kecantikan.

Tanpa sadar, banyak wanita saat ini, dari wanita ABG, remaja, dewasa, dan usia cukup berumur, yang menjadi objek dari suatu industri kecantikan untuk merawat kecantikan dan tubuhnya demi kecantikan yang ditentukan oleh industri kecantikan dengan parameter yang sengaja diciptakan suatu industri.

Sungguh menyedihkan, ada beberapa wanita yang terobsesi agar menjadi cantik dengan cara operasi kecantikan untuk merubah bentuk bagian tubuhnya dengan cara operasi plastik, yang terkadang bila dilakukan oleh bukan orang yang professional, maka bukan kecantikan yang didapat, malah perubahan yang menyedihkan, bahkan bisa berakibat fatal berupa kematian.

Menurut saya pribadi, penilaian kecantikan itu adalah relatif, abstrak, dan berubah-ubah. Tidak ada standar kecantikan yang pasti. Dari jaman-ke jaman konsep kecantikan selalu berubah-ubah. Dalam jaman serba komersil ini, citra cantik merupakan sebuah komoditas yang dapat dibuat sesuai persepsi sesuai indutri kecantikan dan tanpa disadari banyak wanita menjadi korban kecantikan. Banyak industri mempersepsikan kecantikan dengan menampilkan sesok wanita yang ideal.

Suatu pertanyaan dari saya, "Apakah dengan kita memakai produk tersebut, kita bisa seperti model iklan yang ditampilkan?" Maksud saya, jika kita memakai produk pemutih, yang berubah hanya warna kulit kita. Lalu apakah wajah, rambut, dan penampilan kita seperti ikon iklan pada produk kecantikan tersebut? Jawaban saya, tidak. Apakah dengan memakai suatu rancangan model pakaian dari suatu merk terkenal yang mahal, kita akan berubah penampilan kita seperti model iklan merk tersebut? Jawabannya saya, tidak. Banyak wanita yang rela dan tidak fikir panjang dalam mengeluarkan biaya hanya untuk impian dengan predikat cantik.

Bahkan saat ini, di Indonesia terdapat suatu konsep pemikiran bahwa wanita belasteran antara pribumi dengan bangsa Eropa, ataupun bangsa lain, lebih cantik dari wanita pribumi. Menurut saya, tidak selalu. Tetapi pencapan atau konsep yang ada mencap wanita belasteran atau biasa disebut indo, dengan kulit putih, hidung mancung, dan bertubuh tinggi itu cantik. Yang membuat wanita pribumi kurang percaya diri untuk dibandingkan dengan wanita indo tersebut.

Pendapat saya yang tidak memiliki ilmu tentang kecantikan, kecantikan itu dinilai berdasarkan rasa percaya diri, keunikan pribadi, dan tidak terpaku pada dimensi visual yang dapat di lihat mata. Kepribadian yang menarik bisa membuat suatu wanita terlihat cantik dan menarik. Serta kecantikan bisa terpancar dari karakter, perilaku, dan pengetahuan.

Jadi, kenapa kita harus mengikuti konsep cantik yang dituangkan oleh dunia industri kecantikan? Saya percaya bahwa semua wanita adalah cantik, hanya tinggal menimbulkan kepercayaan diri. Saran saya kepada semua wanita, jangan selalu menjadi korban kecantikan industri. Tunjukan jati diri sendiri! Karena anda wanita, semuanya cantik. Banggalah menjadi diri sendiri, karena anda cantik.

"Cantik fisik akan sirna bersama usia. Cantik hati dan perilaku akan terus terpelihara seumur hidup kita."

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Erwin Arianto sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Hamzah | Wiraswasta
KotaSantri.com, sejukkan hati!!! Peace ah. SaLam ukhuwwah wat hamba Allah se-alam dunia.
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0599 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels