HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://jamilazzaini.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 05:31 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Trainer
Jamil Azzaini adalah seorang trainer sekaligus Inspirator. Rekan-rekannya menyebut sebagai Inspirator Sukses Mulia. Julukan itu muncul didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memperhatikan etika dan agama yang …
http://jamilazzaini.com
http://facebook.com/jamilazzaini
http://twitter.com/jamilazzaini
Tulisan Jamil Lainnya
Kekuatan Foto Keluarga
26 Desember 2013 pukul 18:00 WIB
Mengikis Kesombongan
20 Desember 2013 pukul 19:00 WIB
Sedekah Mencegah Musibah
14 Desember 2013 pukul 20:00 WIB
Generasi Kondom
8 Desember 2013 pukul 21:00 WIB
Bersahabatlah dengan Tulus
6 Desember 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 28 Desember 2013 pukul 21:00 WIB

Warisan

Penulis : Jamil Azzaini

Pekan ini banyak sekali yang berkeluh kesah kepada saya tentang pembagian harta waris di keluarganya. Ada yang bapak atau ibunya telah meninggal puluhan tahun, tapi hingga saat ini harta warisnya belum terbagi semua. Ada pula yang mengadu karena rumah warisan orangtua dijadikan agunan ke bank oleh salah satu ahli warisnya.

Menurut ketentuan agama (Islam), memperlambat pembagian harta waris merupakan bentuk kedurhakaan kepada orang yang meninggal. Segeralah dibagi sesuai dengan ketentuan hukum agama. Membagi harta waris itu ada aturannya, tidak boleh asal membagi tanpa berpegang kepada aturan agama.

Sesungguhnya harta waris bisa menjadi sumber kebaikan dan juga sumber perpecahan sebuah keluarga. Maka tatkala kita masih hidup, wariskanlah kepada orang-orang di sekitar kita ilmu dan mental yang kuat. Jangan pelit mengeluarkan harta untuk meningkatkan ilmu dan menguatkan mental yang menjadi ahli waris kita.

Lebih baik kita mewariskan harta yang sedikit, namun ilmu dan mental ahli waris kita mumpuni. Dan sungguh amatlah rugi bila kita mewariskan harta yang berlimpah, tetapi ilmu dan mental ahli waris lemah, karena hal ini adalah sumber perpecahan dalam sebuah keluarga.

Saat kita masih hidup, perbanyaklah mengeluarkan harta untuk pendidikan anak-anak kita. Bukan hanya ilmu di bangku kuliah, tetapi juga ilmu-ilmu kehidupan. Anak yang shaleh adalah warisan terbesar yang sepatutnya kita tinggalkan.

Selain itu, sedekahkan dan belanjakan harta kita untuk kebaikan sesama. Gunakan harta itu untuk memberdayakan orang lain, memutus rantai kemiskinan, mensyiarkan agama, dan mempermudah orang lain dalam memperluas kebaikan. Harta yang diberikan kepada orang lain saat kita masih hidup juga merupakan warisan terbanyak yang seharusnya kita tinggalkan.

Kita mengumpulkan harta bukan untuk merusak ahli waris kita. Percuma harta warisan berlimpah, namun setelah meninggal keluarga besar Anda pecah dan saling bermusuhan. Tinggalkanlah anak yang shaleh dan banyak kebaikan, maka harta waris yang Anda tinggalkan akan menjadi sumber keberkahan.

http://jamilazzaini.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Mundzakir | Teknisi Printer
Wah, udah beberapa tahun ane gak masuk KSC, sampe lupa account lama, akhirnya buat lagi. Tapi sekarang fasilitasnya dahsyat.
KotaSantri.com © 2002 - 2017
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0800 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels