Pelangi » Keluarga | Sabtu, 31 Agustus 2013 pukul 21:21 WIB

5 Pilar Keluarga Sakinah

Penulis : Mumtahah Annisa

Ada 5 pilar untuk membentuk keluarga sakinah, di antaranya :

1. Dalam keluarga itu ada mawaddah dan rahmah (QS. 30 : 21). Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu, dan "nggemesi". Sedangkan rahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban, dan siap melindungi kepada yang dicintai. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga. Sebaliknya, rahmah, lama kelamaan menumbuhkan mawaddah.

2. Hubungan antara suami isteri harus atas dasar saling membutuhkan, seperti pakaian dan yang memakainya (QS. 2 : 187). Fungsi pakaian ada tiga, yaitu (a) menutup aurat, (b) melindungi diri dari panas dingin, dan (c) perhiasan. Suami terhadap isteri dan sebaliknya harus menfungsikan diri dalam tiga hal tersebut. Jika isteri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceriterakan kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Jika isteri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter, begitu juga sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan isteri. Jangan terbalik, di luaran tampil menarik orang banyak, di rumah "nglombrot" menyebalkan.

3. Suami isteri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap patut (ma'ruf), tidak asal benar dan hak. (QS. 4 : 19). Besarnya mahar, nafkah, cara bergaul, dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma'ruf. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami isteri yang berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya.

4. Menurut hadits Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat, yakni : (a) memiliki kecenderungan kepada agama, (b) yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda, (c) sederhana dalam belanja, (d) santun dalam bergaul, dan (e) selalu introspeksi.

5. Menurut hadits Nabi juga, empat hal akan menjadi faktor yang mendatangkan kebahagiaan keluarga, yakni (a) suami/isteri yang setia (shaleh/shalehah), (b) anak-anak yang berbakti, (c) lingkungan sosial yang sehat, dan (d) dekat rizkinya.

Dari Tulisan Agus Syafi'i

KotaSantri.com 2002-2022