Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Tiga Model Kepemimpinan
17 Agustus 2013 pukul 23:00 WIB
Manajemen Waktu
9 Agustus 2013 pukul 10:00 WIB
Noorhana : Dapat Hidayah dari Keindahan Islam
8 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB
Menjaga Kemenangan Hakiki
7 Agustus 2013 pukul 22:00 WIB
Kucing yang Pintar
6 Agustus 2013 pukul 23:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 24 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB

Menjadi Orangtua Sukses

Penulis : Redaksi KSC

Menjadi orangtua di era kini, bisa jadi adalah perkara yang jauh lebih rumit ketimbang ketika orangtua kita membesarkan kita. Karena saat ini, zaman sudah sedemikian rupa menjauh dari ajaran agama. Sebagian pengaruh budaya luar telah membuat rusak generasi muda kita.

Entah dengan pergaulan bebas, narkoba, ajakan, atau yang lainnya yang tentu kurang selaras dengan ajaran Islam. Maka, menjaga buah hati kita dari hal-hal sedemikian adalah tanggungjawab yang harus ditunaikan setiap orangtua. Al-Qur'an pun, sangat wanti-wanti agar setiap orangtua berupaya sekuat tenaga memelihara diri, keluarga, dan anak-anaknya dari siksa neraka (QS. At-Tahrim : 6).

Artinya, ketika anak kita terjerumus ke jalan yang salah, pasti itu juga karena andil orangtua yang lalai mendidik anaknya. Sebenarnya, dalam mendidik anak, Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan kepada kita. Sehingga, orangtua tidak perlu repot mencari contoh orangtua sukses. Sayangnya, kita seringkali lupa mengimplementasikan sunnah tersebut.

***

Orangtua yang Penyayang

Secara fitrah, tidak ada satu pun orangtua yang tidak mencintai anak-anaknya. Inilah modal awal orangtua dalam mendidik anaknya. Sayangnya, tidak semua orangtua pandai mengekspresikan rasa sayang dan cintanya kepada anak. Apalagi ketika anak menjelang baligh atau remaja, orangtua mulai jarang memberikan sentuhan kasih sayang, seperti memeluk atau mencium anaknya. Padahal, bukti kecintaan ini sangat berperan mempererat hubungan emosional orangtua dan anak. Dan Rasulullah adalah sosok orangtua yang pandai sekali mengekspresikan rasa cintanya kepada anak-anak.

Dikisahkan dalam sirah, betapa beliau sering bermain, menggendong, dan menciumi cucunya. Bahkan, tatkala pulang dari bepergian pun, beliau menyempatkan diri menengok anak-anak. Bentuk perhatian ini membuat anak merasa sangat dihargai, sangat diperhatikan. Sehingga ia merasa rumah dan orangtuanyalah tempat yang paling nyaman untuk berlabuh. Maka ia tidak akan berpikir untuk mencari perhatian di luar rumah dan Insya Allah, anak kita akan terhindar dari pergaulan yang salah.

Sebaliknya, orangtua yang jarang mengekspresikan rasa sayangnya, bahkan kurang lembut atau bersikap kasar kepada anaknya, sesungguhnya membuat anak merasa tidak betah di rumah dan membuatnya lari mencari lingkungan yang menurutnya lebih baik kepadanya. Benarlah apa yang dijelaskan Al-Qur'an, bahwa sekiranya bukan dengan kelembutan, atau dengan bersikap keras, kasar, pastilah siapa pun akan menjauh, lari dari kita (QS. Ali Imran : 159). Karena, sebenarnya setiap orang sangat suka bila diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Begitu pun anak-anak kita.

***

Orangtua sebagai Teladan

Sejak dalam kandungan, anak adalah peniru terhebat dari orangtua dan lingkungannya. Dan, adalah fitrah manusia pula, yang lebih gampang mengerjakan sesuatu yang telah dicontohkan sebelumnya. Maka, jika ingin memiliki anak yang shaleh, kita pun harus menjadi teladan dalam kebaikan. Akan sulit jika orangtua hanya menuntut dan berharap anaknya berubah, tanpa diimbangi dengan contoh dari orangtua.

Mulailah perubahan dalam keluarga kita dengan rumus 3M Aa Gym. Jangan menyuruh sesuatu yang kita sendiri belum melaksanakannya. Hal ini membuat orangtua kian terpacu untuk lebih baik, karena ia ingin anaknya pun meniru apa yang ia kerjakan. Maka, tugas spesial orangtua adalah menjadi teladan dalam segala hal, baik dari ibadah kepada Allah, dalam hal akhlaq sehari-hari, atau yang lainnya. Yakinlah, orangtua yang shaleh dan baik prilakunya, berpeluang pula memiliki anak yang shaleh dan berakhlaq mulia, insya Allah. Kalau pun belum, inilah ladang amal besar, ujian dari Allah agar kita lebih berjuang memelihara anak-anak kita.

***

Orangtua yang Penyabar, sekaligus juga Tegas

Salah jika ada yang mengatakan bahwa sabar ada batasnya, sesungguhnya sabar tidak berbatas. Inilah senjata seorang mukmin. Namun, orangtua seringkali kurang sabar menghadapi sikap anak yang menurutnya melampaui batas. Akibatnya, orangtua menjadi marah kepada anaknya. Padahal, marah yang tidak tepat sikonnya dapat berdampak lebih buruk bagi anak. Kabur misalnya, atau jadi memusuhi dan benci kepada orangtua. Nah, orangtua yang kuat adalah orangtua yang pandai mengendalikan marahnya, tidak asal mengumbar kekesalan semata.

Selain sabar, orangtua juga harus dapat bertindak tegas, bukan keras, bila ada anak yang berbuat kesalahan. Terutama pada hal-hal yang seharusnya tidak boleh diabaikan anak. Shalat misalnya. Ketika usianya sudah baligh dan ia tidak shalat, kita harus bertindak tegas, mengingatkan, dan memberikan pengertian tentang pentingnya shalat. Bahkan, bila diperlukan, buat sangsi atau hukuman, agar anak belajar menerima konsekuensi dari kesalahan yang ia lakukan. Dan, hukuman fisik hendaknya menjadi alternatif terakhir dalam mendidik anak. Itu pun harus sangat adil dan tidak dilakukan pada bagian tubuh yang fatal.

***

Orangtua yang Berilmu

Di era ini, orangtua yang menguasai informasilah yang akan sukses. Karena ia dapat mengajari anak-anaknya tentang berbagai hal. Maka, adalah wajib bagi orangtua untuk terus belajar, membaca, agar dapat memberikan pendidikan terbaik kepada anaknya. Karena tanpa ilmu yang memadai, sangat tidak mudah menjadi orangtua. Apalagi akan ada suatu saat ketika anak bertanya kepada orangtuanya. Jikalau orangtua tidak bisa memberikan jawaban terbaik, khawatir anak akan mencari jawaban di luar dan boleh jadi ia mendapat informasi yang salah.

Menjadi orangtua, bisa jadi sebuah fase kahidupan yang mesti dilewati setiap kita. Namun, menjadi orangtua terbaik, yang sukses membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih adalah pilihan sadar yang harus diikhtiarkan. Semoga Allah memampukan kita mengemban amanah ini. Aamiin.

Ummu Shafa / Swadaya-122007

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Hendi | Desain Grafis
Mari gabung di sini. Artikelnya bagus-bagus dan banyak hikmahnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0782 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels