Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://mumtahah_annisa.kotasantri.com
Bergabung
19 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta Barat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IRT
http://li4ni.multiply.com
Tulisan Mumtahah Lainnya
Keikutsertaan Wanita dalam Masalah Warisan
20 Juni 2013 pukul 21:00 WIB
Mendurhakai Anak
1 Juni 2013 pukul 17:00 WIB
Profesi Mulia yang Ditinggalkan Wanita
9 Mei 2013 pukul 15:00 WIB
Keutamaan dan Kasih Sayang Ibu
20 April 2013 pukul 20:00 WIB
Azab Bagi Wanita
28 Maret 2013 pukul 14:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 13 Juli 2013 pukul 21:21 WIB

Ramadhan Bulan Keluarga

Penulis : Mumtahah Annisa

Menyelami bulan Ramadhan seperti menyelami lautan hikmah yang sangat luas, dalam, dan nikmat. Tidak saja kita mendapatkan kesehatan jasmani, penguatan iman, serta kejernihan visi tentang hidup, tapi kita juga dapat meraih kembali nilai keharmonisan keluarga yang sangat banyak selama menyelami bulan penuh rahmat itu.

Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk merintis dan memulai proses menuju keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Karena pada bulan itu, Allah membelenggu setan yang terkutuk. Sebuah hadits menerangkan, "Jika datang bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari Muslim).

Ada beberapa fungsi Ramadhan bagi keluarga, yaitu :

Bulan Tarbiyah Ilmiyah

Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." (QS. At-Tahrim : 6). Ayat ini adalah landasan untuk mendidik anggota keluarga. Ayat ini menyuruh kita dan keluarga pada ketaatan, dan pada amar ma'ruf nahi munkar.

Kepala rumah tangga mempunyai kewajiban untuk mendidik istri dan anak-anaknya menuju pemahaman Islam yang benar. Hal-hal yang bisa diajarkan selama Ramadhan ini mencakup pengenalan yang benar terhadap Allah, mulai dari tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, sampai tauhid asma' wa shifat. Kemudian pengenalan terhadap Rasulullah, meliputi shirah dan seluruh aspek yang diteladankan oleh beliau. Dan terakhir pengenalan terhadap agama Islam.

Bulan Tarbiyah Amaliyah

Orangtua harus memberikan pendidikan yang dapat menunjang ibadah shaum anak. Salah satunya dengan memberikan tuntunan dalam hal amalan sunnah yang bisa mereka lakukan, di antaranya :

a. Mendahulukan Berbuka. Rasulullah bersabda, "Selalu manusia itu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari Muslim). Sebelum berbuka, ingatkan anggota keluarga kita untuk berdo'a dan tegurlah mereka jika terlalu kenyang. Terlalu kenyang ketika makan akan mengganggu kekhusyu'an ibadah.

b. Mengakhirkan Sahur. Mengakhirkan sahur merupakan kebaikan. Rasulullah bersabda, dari Anas RA : Kami sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian kami bangkit untuk shalat. Aku katakan kepadanya, "Berapa lama antara keduanya?" Ia menjawab, "(Kira-kira orang membaca) lima puluh ayat." (HR. Muslim).

c. Membiasakan Qiyamul Lail (Tarawih). Ajaklah anggota keluarga kita untuk membiasakan qiyamul lail atau tarawih. Sungguh, qiyamul lail pada bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memohon keberkahan dan keridhaan Allah. Rasulullah bersabda, "Rabb kami Yang Mahaagung dan Mahatinggi turun di setiap malam ke langit dunia, ketika malam tersisa sepertiga yang akhir. Kemudian Dia berfirman : Barang siapa berdo'a kepadaKu pasti akan Kukabulkan. Barangsiapa meminta kepadaKu, pasti Aku akan memberinya. Barangsiapa memohon ampunanKu, pasti Aku akan mengampuninya." (HR. Bukhari).

d. Membiasakan Tilawatul Qur'an dan Berdzikir. Amal shalih lain sebagai cahaya penerang di setiap rumah adalah membaca Al-Qur'an dan berdzikir kepada Allah. Sungguh, dua hal tersebut, adalah amalan ringan di bibir tetapi amat berat timbangannya kelak di hari kiamat. Rasulullah bersabda, "Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pembela bagi ahlinya." (HR. Muslim).

e. Ajaklah untuk Bersama-sama Menyambut Lailatul Qadar. Di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah hadirnya Lailatul Qadar. Menjadi suatu kenikmatan bagi kita, jika mampu mengajak seluruh anggota keluarga kita untuk menyambut lailatul qadar. Sungguh, hal tersebut adalah yang pernah Rasulullah lakukan.

Aisyah RA mengabarkan, "Adalah Rasulullah SAW, bila masuk malam-malam sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya (yakni tidak menggauli istri-istrinya)." (HR. Bukhari Muslim).

Amal shalih di atas, hendaknya dihidupkan dalam keluarga kita, sebagai langkah awal menuju keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Lembaran Lama di Republika

http://li4ni.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mumtahah Annisa sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Maharandi | Karyawan
Syukur alhamdulillah, sejak pertama kali membaca tulisan-tulisannya, saya langsung tertarik, karena materinya beragam dan terkadang mendatangkan inspirasi baru. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayahNya kepada kita semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0586 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels