Pelangi » Keluarga | Sabtu, 23 Maret 2013 pukul 13:00 WIB

Anak : Antara Anugerah dan Musibah

Penulis : Mariam Komalawati

Anak adalah anugerah dari Allah SWT yang diamanahkan kepada para orangtua. Dengan amanah itu, para orangtua memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anaknya agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang shaleh atau shalehah. Bila sukses menjadikan semua anaknya menjadi manusia yang taat kepada Allah, maka orangtua akan memperoleh kemuliaan di dunia. Bahkan, kelak di alam kubur ia akan mendapatkan ganjaran. Karena pahala yang terus mengalir dari amal shaleh dan do'a yang dipanjatkan anak-anaknya. Dalam keadaan seperti ini, anak-anak adalah investasi menggiurkan dan menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda di kemudian hari.

Sebaliknya, kesalahan dalam mendidik anak, akan menghantarkan orangtua kepada kehidupan yang hina. Anak durhaka, tidak taat kepada Allah dan rasulnya, akan menjadi penyebab hancurnya nama baik keluarga, masyarakat, bahkan sebuah negara. Dan di pengadilan akhirat, Allah SWT akan menuntutnya karena menyebabkan keturunannya menjadi manusia yang durhaka kepada-Nya.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan, dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. Ath-Taghabun [64] : 15).
Karenanya, pendidikan terhadap anak (tarbiyatul aulad) dalam ajaran Islam adalah sebuah keniscayaan. Sesibuk apapun orangtua, pendidikan terhadap anak tidak boleh diabaikan. Setinggi apapun jabatan orangtua, tanggung jawab tetap ada pada dirinya, bukan pada pendidik yang dibayarnya. Mendidik anak-anak sesuai fitrahnya adalah salah satu sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa setiap anak yang dilahirkan ke alam dunia ini dalam keadaan fitrah (suci), kedua orangtuanya (termasuk lingkungan) yang akan menyebabkan ia menjadi Yahudi, Majusi, atau Nasrani. Ini artinya, orangtua memiliki peran utama dalam menentukan masa depan anak-anaknya. Termasuk keyakinan yang akan dipegangnya. Tidak jarang seseorang menjadi murtad (keluar dari agama Islam), akibat kedua orangtuanya tidak memberikan pendidikan agama yang benar kepadanya.

Mendidik anak yang sesuai ajaran Islam memang tidak mudah. Namun, menjadikan anak agar sesuai dengan harapan orangtua, juga tidak sulit. Bila kita mengembalikan teknik mendidik anak kepada konsep mendidik yang telah diajarkan Rasulullah, maka akan lebih mudah lagi. Yang dibutuhkan adalah kesungguhan, kesabaran, dan keistiqmahan dalam mencari ilmu (tarbiyatul aulad) dan mengamalkannya.

Sumber : Arsip Lama dari Swadaya DPU DT

KotaSantri.com 2002-2023