HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://mariam.kotasantri.com
Bergabung
19 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Government Employees
simple...simple dan simple ^_^
http://mariam008.multiply.com
mariam@kotasantri.net
mariam@kotasantri.net
mary_oq07
email_aq07@yahoo.com
Tulisan Mariam Lainnya
Emansipasi Kebablasan
21 Februari 2013 pukul 17:00 WIB
Menyayangi Anggota Keluarga
9 Februari 2013 pukul 15:00 WIB
Wanita Perkasa
10 Januari 2013 pukul 13:00 WIB
Mendidik Anak dengan Perhatian
29 Desember 2012 pukul 15:00 WIB
Hubungan Baik Menantu dan Mertua
10 November 2012 pukul 13:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 23 Maret 2013 pukul 13:00 WIB

Anak : Antara Anugerah dan Musibah

Penulis : Mariam Komalawati

Anak adalah anugerah dari Allah SWT yang diamanahkan kepada para orangtua. Dengan amanah itu, para orangtua memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anaknya agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang shaleh atau shalehah. Bila sukses menjadikan semua anaknya menjadi manusia yang taat kepada Allah, maka orangtua akan memperoleh kemuliaan di dunia. Bahkan, kelak di alam kubur ia akan mendapatkan ganjaran. Karena pahala yang terus mengalir dari amal shaleh dan do'a yang dipanjatkan anak-anaknya. Dalam keadaan seperti ini, anak-anak adalah investasi menggiurkan dan menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda di kemudian hari.

Sebaliknya, kesalahan dalam mendidik anak, akan menghantarkan orangtua kepada kehidupan yang hina. Anak durhaka, tidak taat kepada Allah dan rasulnya, akan menjadi penyebab hancurnya nama baik keluarga, masyarakat, bahkan sebuah negara. Dan di pengadilan akhirat, Allah SWT akan menuntutnya karena menyebabkan keturunannya menjadi manusia yang durhaka kepada-Nya.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan, dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. Ath-Taghabun [64] : 15).
Karenanya, pendidikan terhadap anak (tarbiyatul aulad) dalam ajaran Islam adalah sebuah keniscayaan. Sesibuk apapun orangtua, pendidikan terhadap anak tidak boleh diabaikan. Setinggi apapun jabatan orangtua, tanggung jawab tetap ada pada dirinya, bukan pada pendidik yang dibayarnya. Mendidik anak-anak sesuai fitrahnya adalah salah satu sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa setiap anak yang dilahirkan ke alam dunia ini dalam keadaan fitrah (suci), kedua orangtuanya (termasuk lingkungan) yang akan menyebabkan ia menjadi Yahudi, Majusi, atau Nasrani. Ini artinya, orangtua memiliki peran utama dalam menentukan masa depan anak-anaknya. Termasuk keyakinan yang akan dipegangnya. Tidak jarang seseorang menjadi murtad (keluar dari agama Islam), akibat kedua orangtuanya tidak memberikan pendidikan agama yang benar kepadanya.

Mendidik anak yang sesuai ajaran Islam memang tidak mudah. Namun, menjadikan anak agar sesuai dengan harapan orangtua, juga tidak sulit. Bila kita mengembalikan teknik mendidik anak kepada konsep mendidik yang telah diajarkan Rasulullah, maka akan lebih mudah lagi. Yang dibutuhkan adalah kesungguhan, kesabaran, dan keistiqmahan dalam mencari ilmu (tarbiyatul aulad) dan mengamalkannya.

Sumber : Arsip Lama dari Swadaya DPU DT

http://mariam008.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mariam Komalawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

lila | mahasiswa
Saya sangat senang sekali bisa bergabung dengan KotaSantri.com, karena saya sendiri memang santri.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0505 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels