Pelangi » Keluarga | Sabtu, 19 Januari 2013 pukul 10:30 WIB

Tarbiyah (Pendidikan) Imaniyah bagi Anak

Penulis : Fithriyah Abubakar

Salah satu aspek yang sering kita lupakan dalam mendidik anak-anak adalah tarbiyah syari’ah. Iman adalah hal asasi bagi seorang muslim, sedang tarbiyah merupakan kebutuhan pokok setiap insan. Tarbiyah imaniyah adalah tarbiyah yang ditujukan untuk meningkatkan iman, ma’nawiyah (mentalitas), akhlaq (moralitas), dan syakhsyiyah (kepribadian).

Pendidikan tarbiyah imaniyah untuk anak-anak meliputi :

  1. Upaya melaksanakan dan menghayati nilai-nilai ibadah kepada Allah.
  2. Pembiasaan dalam mengingat Allah (dzikrullah).
  3. Membiasakan merasakan adanya bimbingan Allah dan pengawasan Allah.
  4. Membiasakan menggantungkan diri kepada Allah, misalnya dengan berdo'a.
  5. Meningkatkan akhlak yang baik dengan melakukan tindakan-tindakan baik dan memperbaiki perilakunya pada saat anak melakukan keburukan.
  6. Memberikan motivasi dan rangsangan dengan pujian atau memberi hadiah ketika anak berbuat baik.
  7. Membimbing hal-hal yang berhubungan dengan mendekatkan diri kepada Allah.

***

Metode Tarbiyah

Anak-anak lebih mudah menerima hal-hal yang bersifat teoritis kendati bersumber dari alam ghaib. Secara fitrah, mereka mudah mempercayai orangtua, guru, atau kawan dekatnya. Anak-anak senantiasa jujur dan tidak mau didustai. Kejujuran anak-anak amat mudah mendekatkan mereka kepada Allah.

Tarbiyah imaniyah untuk anak-anak dapat diberikan dengan jalan :

  1. Dengan contoh dan keteladanan. Anak-anak adalah makhluk yang paling senang meniru. Orangtuanya merupakan figur dan idolanya.
  2. Dengan latihan dan pembiasaan. Pembacaan do'a pada tiap-tiap kesempatan dan menguraikan maksud serta isi do'a tersebut. Membawa anak-anak ke masjid, beri’tikaf, serta mencintai dan menghormati jama'ahnya. Memberikan perhatian khusus agar anak senantiasa membaca Al-Qur’an secara rutin.
  3. Dengan nasehat dan bimbingan. Dengan tujuan mengingatkan anak terhadap pengawasan Allah di manapun mereka berada.
  4. Dengan pengarahan dan pendalaman. Dengan mengambil waktu dan tempat tertentu, misalnya seusai shalat Subuh atau Maghrib berjama'ah.
  5. Dengan cerita dan berkisah. Anak-anak sangat senang pada cerita-cerita dan kisah-kisah masa lampau. Apalagi di dalamnya terkandung unsur-unsur heroik dan semangat perjuangan.
  6. Dengan dorongan, rangsangan, dan penghargaan. Usia kanak-kanak sangat memerlukan dorongan dan penghargaan ketika meraih sesuatu kendati sangat sederhana.

***

Naskah dikutip sebagaimana aslinya dari materi pengajian yang dibawakan oleh Ust. Fitrah Gunawan.

KotaSantri.com 2002-2023