QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://fauziah_humaira.kotasantri.com
Bergabung
6 November 2010 pukul 06:09 WIB
Domisili
Banda Aceh - Nanggroe Aceh Darussalam
Pekerjaan
mahasiswa
optimist but realistic n logic
fziah05@ymail.com
http://facebook.com/fauziah humaira
http://twitter.com/sihaizirah
Tulisan Fauziah Lainnya
Wanita “MBA” Calon Ibu yang Baik
5 Januari 2012 pukul 13:40 WIB
Kalau Mau Pintar, Jangan Takut Kotor!
1 Januari 2012 pukul 16:00 WIB
Semangat Baru
30 Desember 2011 pukul 13:30 WIB
Aku dan Matahari
26 Desember 2011 pukul 14:00 WIB
Dhuha Berbalut Cinta
19 Desember 2011 pukul 13:25 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 7 Januari 2012 pukul 10:00 WIB

Anak Egois? Hati-hatilah!

Penulis : Fauziah Humaira

Dunia anak memang penuh pesona dan penuh warna. Setidaknya itulah yang terasa setelah melewati masa-masa indah itu. Satu dunia yang setiap kita pernah melaluinya. Saya, anda, dan kita semua yang pernah melalui masa-masa kecil dengan berbagai kesan yang masih membekas dalam memori.

Rasa tahu yang sangat tinggi membuat orang dewasa terkadang kewalahan atau malah menjadi suatu hal yang sangat menyenangkan. Ingin mengetahui segala hal dan ingin mencobanya. Meniru apapun yang dilakukan orang dewasa. Melakukan apapun sesuka hati.

Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab anak menjadi egois. Anak-anak yang egois mungkin hal bisa, “namanya juga anak-anak pastilah begitu.” Itu tanggapan yang diberikan orang tua pada umumnya. Egois memang bukan masalah karena itu adalah salah satu tahap pertumbuhan anak. Apalagi saat anak berusia dua tahun.

Hal ini patut diperhatikan saat orang tua memasukkan anaknya ke preschool. Dalam tahapan ini anak tidak lagi bermain sendiri atau ditemani orang tua seperti apa yang dilakukan di rumah. Lingkungan yang berbeda ini menuntut anak untuk berinteraksi dengan anak-anak lain. Disinilah letak permasalahannya. Sifat egois yaitu keingin untuk menang sendiri dan melakukan apa saja semaunya akan mengganggu anak-anak lain. Seperti kata Michele Borba dalam bukunya Don’t give me that attitude! Anak-anak egois tidak senang menjadi bagian dari lingkungannya. Meletakkan kepentingannya diatas kepentingan orang lain dan tidak peduli terhadap orang lain.

***

Ciri-ciri Anak Egois

Tidak mampu mengontrol emosi, cendrung agresif kurang empati, dan suka menuntut. Berikut contohnya: Pia lagi main ayunan, tiba-tiba Cha-cha datang. Cha-cha: “minta ayunnya, adek mau naik…” (sambil merengek). Pia: masih memegang ayunan dan enggan untuk pindah. Tanpa pikir panjang Cha-cha langsung main rebut saja. Beruntung pia langsung pindah dan tidak bersikeras untuk tetap rebutan ayun.

Maka dapat dipastikan anak egois tidak bisa membina hubungan sosial yang baik. Suka merebut mainan temannya juga akan sangat menggangu kegiatan bermain dan belajar disekolah. Jika kemarahan tidak bisa dilampiaskan kepada temannya maka solusi terakhir merajuk dan menangis.

***

Penyebab Egois

Ada beberapa hal yang menyebabkan anak-anak berprilaku seperti ini. Antara lain, perhatian yang berlebihan dari orang tua. Memberikan apapun yang diinginkan tanpa mengajarkan usaha apa yang harus dilakukan untuk memperjuangkan hal itu. Sifat orang tua yang Over protective, orang tua melakukan berbagai hal untuk menunjukjkan sayangnya kepada anak. Hal itu sudah sepatutnya namun akan sangat berbahaya jika itu berlebihan.

***

Tips untuk Menanganinya

Orang tua yang menghabiskan waktu lebih banyak dengan anaknya memegang peranan yang sangat penting untuk mengurangi sifat egois pada anak. Terapi untuk anak egois:

� Memberikan teladan yang baik untuk anaknya, ingat anak kecil suka meniru.

� Memberikan Reward jika anak telah berhasil melakukan suatu hal, “ anak mama baik banget hari ini, mau bagi-bagi makanan sama kawannya”

� Menjelaskan efek suatu perbuatan secara sederhana, “sayang, lihat tuh anak jahat ga punya teman lhoo..”

� Hindari memberikan label pada anak, “adek jahat banget siih!

Kewajiban orang tua adalah memberikan pendidikan yang baik kepada anak. Usia 0-5 tahun adalah usia yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, begitu kata ahli psikologi perkembangan.

Pendidikan anak usia dini sangat mendukung perkembangan psikologinya dimasa akan datang. James Dobson ahli psikologi memperkuatnya dengan pernyataan sifat egois akan sangat sukar diperbaiki pada usia remaja apalagi dewasa, jika ingin memperbaikinya maka lakukanlah penanganan dini.

Merekalah penerus masa depan yang akan mewarisi negri ini. jika ingin melakukan perubahan untuk kebaikan negri ini maka perbaikilah perkembangan sikap mereka dari sekarang.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fauziah Humaira sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Syahroni | Swasta
Subhanallah, KSC sangat bermanfaat bagi seorang hamba yang ingin menjalin silaturahim guna mencari keberkahan hidup. Saya juga berharap kiranya media ini bisa membantu saya dalam mengelola panti pendidikan anak-anak yatim.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1110 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels