Pelangi » Keluarga | Sabtu, 24 Desember 2011 pukul 10:00 WIB

Hasrat Ingin Merebut

Penulis : Betty Herawati

“Bude, mobil sedanku direbut Mas Rama,” Adu Alif pada Bu Asih, Ibu dari anak yang merebut mainannya.

Bu Asih segera mendekati anaknya, “Kembalikan pada Dek Alif, Nak. Ambil mobil-mobilanmu di rumah.”

Bu Asih mulai geram. Tidak sekali dua kali saja anak 2,5 tahun itu merebut mainan temannya.

Memang bukan hal yang aneh melihat balita suka merebut mainan milik teman. Meskipun mempunyai mainan yang mirip atau bahkan sama, mereka selalu ingin memiliki apa yang sedang dinikmati oleh orang lain. Oleh karena itu, di usia batita, orangtua hendaknya mengenalkan konsep kepemilikan. Bukan hanya mana benda kepunyaannya, tapi juga mana yang bukan miliknya.

Anak di usia ini sedang berkembang sifat otonominya. Otonomi merupakan sifat kemandirian yang berkaitan erat dengan eksistensi anak atau kemampuannya melakukan sesuatu.

Otonomi juga yang menyebabkan anak ingin mencoba sesuatu tanpa mempedulikan orang lain. Terlebih di usia ini, anak juga senang bereksplorasi. Ia senang mencoba-coba sesuatu yang dirasa menarik olehnya. Saat melihat mainan temannya yang baru, anak langsung tergerak untuk mencoba dan kemudian merebutnya.

Jika dibiarkan, anak tidak akan merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah perbuatan yang salah. Bisa-bisa dia akan kehilangan teman-temannya. Untuk mengatasinya, orang ua harus segera membantunya dengan :

1. Mengajari anak untuk menghormati kepemilikan. ”Mainan itu milik Alif, kita tidak boleh merebutnya kecuali dia meminjamkan.” Demikian juga, mintalah anak untuk menjaga barang yang dimilikinya.

2. Mengajari anak meminta izin. Jadilah contoh yang baik. Biasakan selalu minta izin saat meminta sesuatu pada orang lain, termasuk kepada si kecil, ”Rama, bolehkah Bunda pinjam mainanmu?”

3. Mengajarkan empati dan jangan berpihak. Penting bagi anak untuk menerima konskuensi jika orang lain tidak mau meminjamkan mainan kepadanya meskipun sudah ia meminta izin. Alihkan perhatiannya, “Rama main yang lain saja, yuk! Dik Alif masih mau main mobil sedannya.”

4. Sabar dan konsisten. Lakukan dengan penuh kesabaran dan tetap konsisten dengan nilai-nilai yang ingin Anda ajarkan.

Dari Berbagai Sumber

KotaSantri.com 2002-2023