Pelangi » Keluarga | Sabtu, 2 Januari 2010 pukul 17:29 WIB

Ketenteraman dalam Keluarga

Penulis : Erwin Arianto

Mayoritas manusia tentu mendambakan kebahagiaan, ketenteraman, dan ketenangan jiwa. Tentu pula semua menghindari dari berbagai pemicu gundah gulana dan kegelisahan. Terlebih dalam lingkungan keluarga. Ingatlah, semua ini tak akan terwujud kecuali dengan iman kepada Allah, tawakal, dan mengembalikan semua masalah kepadaNya, di samping melakukan berbagai usaha yang sesuai dengan syari'at.

Perlu diketahui, yang paling berpengaruh buat pribadi dan masyarakat adalah pembentukan keluarga dan komitmennya pada kebenaran. Allah dengan hikmahNya telah mempersiapkan tempat yang mulia buat manusia untuk menetap dan tinggal dengan tenteram di dalamnya. FirmanNya, "Dan di antara tanda-tanda kekuasanNya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan diajadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum : 21).

Ya, supaya kita cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Allah tidak mengatakan, "Supaya kamu tinggal bersamanya." Ini menegaskan makna tenang dalam perangai dan jiwa serta menekankan wujudnya kedamaian dalam berbagai bentuknya. Maka suami istri akan mendapatkan ketenangan pada pasangannya dikala datang kegelisahan dan mendapati kelapangan disaat dihampiri kesempitan.

Sesungguhnya pilar hubungan suami istri adalah kekerabatan dan persahabatan yang terpancang di atas cinta dan kasih sayang. Hubungan yang mendalam dan lekat ini mirip dengan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri. Al-Qur'an menjelaskan, "Mereka itu pakaian bagimu dan kamu pun pakaian baginya." (QS. Al-Baqarah : 187).

Terlebih lagi ketika mengingat apa yang dipersiapkan bagi hubungan ini misalnya, pendidikan anak dan jaminan kehidupan, yang tentu saja tak akan terbentuk kecuali dalam atmosfir keibuan yang lembut dan kebapakan yang semangat dan serius. Adakah di sana komunitas yang lebih bersih dari suasana hubungan yang mulia ini?

"Maka Muliakanlah keluargamu, dan nafkahkan yang halal untuk keluargamu, agar terbina keluarga yang baik dan dirahmati tuhan."

KotaSantri.com © 2002-2026