Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://nadia_aslima.kotasantri.com
Bergabung
4 Mei 2009 pukul 00:01 WIB
Domisili
Padang - Sumatera Barat
Pekerjaan
pendidik dan pengajar
Nama aslinya Widia Febriyeni. Seorang muslimah yang menyukai dunia kata dan ingin menekuninya. Saat ini aktif mengikuti penulisan buku antologi di FB. Tumbuhkan hikmah dengan menulis, petiklah hikmah dengan membaca!
http://nadiaaslima.wordpress.com
nadiaaslima@yahoo.co.id
http://facebook.com/widia.aslima
Tulisan Widia Lainnya
Dari Dunia untuk Palestina
5 Desember 2012 pukul 14:00 WIB
Dengarlah Rasa Ini
21 November 2012 pukul 16:00 WIB
Melintasi Langit Biru
11 November 2012 pukul 17:00 WIB
Selalu Bersama
7 November 2012 pukul 13:30 WIB
Engkau Ibu dan Ia pun Ibu
5 November 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 8 Desember 2012 pukul 12:00 WIB

Musuh Yang Jadi Idola (2)

Penulis : Widia Aslima

Masih ingatkah tentang perang salib yang terjadi antara kaum kaum muslimin dengan kaum kafir (kaum salibis)? Itulah perang fisik terakhir, dan pemenangnya kaum muslimin. Setelah kekalahan tersebut, pemimpin kaum kafir saat itu menyatakan, ”Tidak mungkin kita mengalahkan kaum muslimin selama mereka masih memiliki Jihad fi Sabilillah.” Begitupun kondisi di Aceh sewaktu zaman penjajahan. Aceh tidak bisa diduduki penjajah karena rakyat berperang dengan Jihad fi Sabilillah. Maka dirancanglah metode efektif berupa perang pemikiran untuk menjauhkan dan melalaikan umat dari agamanya.

Teknologi, Media Massa, dan Hiburan yang Bikin Lupa Diri

Perkembangan teknologi membawa banyak kemudahan dalam kehidupan kita. Akan tetapi tidak dipungkiri perkembangan tersebut harus menelan resiko yang besar juga. Sebutlah televisi, internet, alat komunikasi, game station, dan sebagainya. Kalau mau menghitung, berapa persen manfaat yang didapat dari media yang ada? Lebih banyak mudharatnya bukan. Kalaupun acaranya tidak masalah, coba lihat iklannya. Semuanya berisi pornografi, pornoaksi, zina, hingga membuang-buang waktu.

Islam tidak melarang seni. Seni adalah keindahan. Dalam Islam kita juga mengenal seni musik dan seni lukis. Namun seni musik di sini bukan menjauhkan kita dari Allah SWT dan ajaran-Nya. Dengarlah lirik lagu sekarang, kata-kata cinta yang diobral murahan berseliweran di mana-mana. Nyanyian yang berisi kata-kata kotor, hina, dan berbau maksiat itukah yang dikatakan seni? Begitupun dengan seni lukis dan foto. Seenaknya mengatakan pornografi sebagai seni mengekspresikan diri. Itu namanya seni yang sekuler. Seni yang dipromotori syetan.

Prinsip dan Gaya Hidup, yang Bikin Hidup Makin Redup

Banyak yang menganggap Tuhan itu cuma ada di masjid. Tuhan cuma ada ketika shalat. Agama itu hanya shalat, puasa, zakat, dan ibadah ritual lainnya. Keliru sekali! Oleh karena itu banyak yang menganut prinsip materialistik dan mempercayai mistik. Kebahagian dan kesuksesan hanya dihitung dengan harta kekayaan yang dimiliki. Sehingga sering terjadi sikut kanan sikut kiri, bahkan korupsi, karena terlalu boros.

Mode sudah menjadi gaya hidup manusia modern. Mode pakaian dan dandanan, sangat jauh dari syari’atnya. Berpakaian tapi menampakkan aurat termasuk juga pada kaum laki-laki. Pakaian dan dandanan laki-laki menyerupai perempuan dan sebaliknya. Lihatlah para anak muda khususnya, mejeng walaupun tak shopping di mall-mall menghabiskan waktu. Zina alias seks bebas tidak hilang dari peredaran. Barang-barang memabukkan seperti narkoba dan minuman keras masih merajalela. Berita terbaru kembali pemakai narkoba menyebabkan korban jiwa karena kecelakaan jalan raya. Sekarang pelakunya dari kalangan yang mengaku pekerja seni.

Apakah kita belum juga bisa berpikir kalau semua aktifitas yang kita lakukan, yang kita suka, dan dipuja-puja yang menjerumuskan kita, pantaskah disebut idola? Kita hancur, hina, merana, dan tidak berharga, semua karenanya. Relakah?

http://nadiaaslima.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Widia Aslima sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lina | staff adm
Subhanallah... Ingin sekali bisa bergabung, berbagi cerita, dan bertanya. Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0444 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels