|
QS. Al-'Ankabuut : 64 : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
|
|
http://twitter.com/bayugawtama |





Sabtu, 11 Februari 2012 pukul 12:30 WIB
Penulis : Bayu Gawtama
Selamat pagi, bung, salam kenal. Sudah lama saya mengenal Anda, tahu nama Anda, sering pula mendengar cerita tentang Anda. Bahkan harus saya akui, berkali-kali melihat, bertemu, dan berpapasan dengan Anda. Entah itu di jalanan, di angkutan umum, televisi, radio, koran, majalah, tabloid, internet, di rak-rak buku, buku teka-teki silang, telepon seluler, di lapak-lapak pinggir jalan, kartu remi atau domino, Anda selalu hadir.
Rupanya Anda sangat terkenal ya. Mulai dari para anggota dewan perwakilan rakyat, para politisi, menteri, sampai presiden pun pernah dan tengah membincangkan persoalan Anda. Bukan hanya kalangan pejabat yang tengah membicarakan perihal Anda. Para selebritis, tokoh masyarakat, ulama pun berdebat soal Anda. Yang menarik, semua kelompok itu berbeda suara tentang Anda. Tidak semua pejabat mendukung kehadiran Anda, sebagian menteri belum bersuara tentang sepak terjang Anda, para politisi pun demikian. Mudah-mudahan saja Presiden dan wakilnya tidak berdebat soal Anda ya.
Uniknya, sebagian orang yang dianggap tokoh masyarakat dan ulama pun mendukung sosok Anda, dengan dalih kebebasan berekspresi, seni, atau mempertahankan budaya. Mereka yang semula tidak mendukung, namun karena tokoh panutannya memberikan dukungan penuh, maka bertambahlah seruan, "Hidup pornografi!"
Bung Por, atau apa ya enaknya saya memanggil Anda? Mas No, Tante Grafi, atau siapa? Sebab sejatinya saya tidak tahu jenis kelamin Anda. Pasalnya Anda disukai laki-laki dan tidak sedikit perempuan. Para karyawan di kantor-kantor, mulai dari office boy sampai direkturnya senang meluncur ke halaman-halaman yang menampilkan sosok Anda di internet. Berbagai kalangan senang berlama-lama memandangi Anda, para mahasiswa, juga dosennya, pedagang di pasar, pedagang asongan, buruh pabrik, sopir truk dan bis kota, tukang becak, sampai para ibu rumah tangga beserta pembantunya, tukang kebun, juga sopir pribadinya.
Hebatnya lagi, Anda punya penggemar junior! Yakni anak-anak sekolah yang sering menyimpan gambar-gambar Anda di telepon selulernya, atau yang terselip di antara buku pelajarannya. Lucunya, sebagian tenaga pendidik yang berkewajiban mengawasi dan membina para pelajar pun tak mampu berbuat banyak, sebab diam-diam pak dan bu guru sama-sama menyukainya.
Anda mudah sekali dijumpai, mulai dari café sampai warung kopi, dari restoran sampai warung tegal, dari gedung bertingkat sampai lantai dasarnya pun ada. Dari sekolah dasar sampai kampus perguruan tinggi, dari pasar tradisional sampai Mall, semuanya ada, sehingga memaksa mereka yang tak tahu soal Anda jadi tahu, yang sebelumnya tidak mengenal jadi kenal, bahkan yang tadinya tidak suka berubah menjadi penggemar.
Tapi Bung, eh Mas, eh mbak, Tante Pornografi, saya hanya mau memberi tahu sebuah rahasia besar. Bahwa sesungguhnya, hanya segelintir saja yang benar-benar menjadi penggemar dan pendukung Anda. Lebih banyak karyawan kantor yang membenci Anda, jauh lebih banyak mahasiswa yang menolak kehadiran Anda, begitu juga para pelajar, hanya satu dua orang saja yang setia kepada Anda. Masih lebih banyak sopir truk, bis kota, angkutan umum, dan taksi, juga pedagang asongan, buruh pabrik, dan ibu-ibu rumah tangga, yang tak berkenan menikmati sosok Anda.
Tak berbeda dengan yang lainnya, lebih banyak tokoh masyarakat, ulama, para pejabat negara, politikus, anggota dewan perwakilan rakyat, yang bahu membahu bersatu menyingkirkan Anda. Saya yakin, presiden dan wakilnya pun satu suara tentang Anda, menolak! Ya kan, Pak? Benarkan, Pak? Saya tidak salah kan? Ya dong. Bapak berdua kan orang paling bertanggungjawab atas negeri ini.
Saya pun lebih banyak menjumpai tempat-tempat umum, sekolah, kampus, apartemen, kantor, warung kopi, café, restoran, warung tegal, yang jijik menampilkan profil Anda. Para pengunjung dan penghuninya pun demikian, bukan bagian dari Anda, dan bukan penikmat Anda.
Jadi, bersiap-siaplah Anda, karena orang-orang yang saya sebutkan di atas, malu dan masih punya harga diri untuk berkarib dengan Anda, terlebih menjadi bagian dari Anda. Kalaupun pagi ini saya sempat mengucapkan selamat pagi untuk Anda, maaf, saya tidak yakin untuk siang dan malam nanti. Karena mulai pagi ini akan berbondong-bondong orang mengucapkan, "SELAMAT TINGGAL PORNOGRAFI". Tak lama lagi akan banyak rumah-rumah, kantor, warung, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya yang memasang stiker "AREA TANPA PORNOGRAFI", atau banyak orang-orang di segala tempat mengenakan kaos bertuliskan, "SAYA BUKAN PENIKMAT PORNOGRAFI".
Bahkan, Anda yang merupakan golongan pornografer, akan ditolak memasuki berbagai area dan wilayah di negeri ini karena semua kawasan itu juga bertuliskan, "Hormati hak orang lain, jangan berlaku tidak sopan di hadapan kami."
Oke, bung, goodbye!
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Bayu Gawtama sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.