Pelangi » Jurnal | Sabtu, 28 Februari 2009 pukul 05:22 WIB

Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa

Penulis : Nuraini

Tentu kita sering sekali membaca surat Al-'Ashr yang berarti "waktu". Sebegitu pentingnya waktu, sampai-sampai Allah SWT bersumpah atas nama waktu. "Demi Masa", begitulah bunyi ayat pertama surat Al-'Ashr. Di dalam surat Al-'Ashr, terdapat golongan manusia yang tidak merugi, yakni orang yang beriman, orang yang beramal shalih, orang yang menasihati dalam kebenaran, dan orang yang menasihati dalam kesabaran.

Berdasarkan surat ini, maka barangsiapa yang tidak pandai menggunakan waktu, dia pasti merupakan orang yang rugi. Usia yang masih muda atau kecil imut-imut jangan dijadikan alasan atau kambing hitam untuk menyia-nyiakan waktu atau menunda waktu untuk sukses. Kata Imam Hasan Al-Banna, "Kewajiban yang kita miliki lebih banyak dari waktu yang ada."

Banyak orang sukses yang dimulai sejak usia dini, contohnya Imam Syafi'i, beliau sudah hafal Al-Qur'an pada usia 9 tahun dan pada usia 10 tahun telah menghapal kitab Al-Muwatha karya Imam Malik yang berisi 1720 hadits. Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa jadi hero kayak Imam Syafi'i?

***

Niat yang Benar

Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya. Abdullah bin Mubarak berkata, "Berapa banyak amal yang sepele menjadi amal yang besar gara-gara niat. Dan berapa banyak amal yang besar menjadi sepele gara-gara niat."

Sebagus apa pun amal kita, jika tidak disertai keikhlasan hanya untuk Allah, maka akan percuma dan sia-sia belaka. Maka, mulai sekarang, kalau ingin melakukan segala kegiatan, jangan lupa niat dan do'anya.

Coba renungkan nasyid Raihan yang judulnya bismillah;
Dimulakan dengan bismillah
Disudahi dengan alhamdulillah
Begitulah sehari-hari dalam hidup kita
Mudah-mudahan dirahmati Allah

Segala aktivitas kita harus dimulakan dengan nama Allah dan jangan lupa disertai keikhlasan semata-mata karena Allah tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Amal yang dilakukan secara ikhlas itu seperti kita membuang air ludah, tentunya kita tidak mau mengambil ludah yang telah kita buang.

***

Miliki Tujuan yang Benar dan Jelas

Tentu kita sering melihat layang-layang yang putus benangnya. Layang-layang ini akan pergi ke mana pun angin membawanya. Nah, bisa saja layang-layang tersebut mendarat di got atau selokan dan jadi kotor. Begitu juga orang yang tidak punya tujuan. Orang yang tidak punya tujuan akan bisa bernasib sama seperti layang-layang yang jatuh di tempat kotor.

Allah saja menciptakan manusia dan jin ada tujuannya, yaitu untuk menyembah kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat : 56). Jadi, setiap makhluk yang diciptakan Allah mempunyai tujuan. Maka dari itu, mulai sekarang, tentukan tujuan hidup kita, tentunya tujuan itu harus sesuai dengan aturanNya. Jangan punya tujuan hidup untuk menguasai dunia dengan menjadi seorang penjahat kelas kakap.

Ubahlah pandangan kita dari "hidup untuk makan menjadi makan untuk hidup". Jangan semua tujuan yang ingin kita capai hanya untuk memuaskan isi perut saja. Kalau begini, kita termasuk orang yang merugi, karena cuma dapat dunia aja. Kita harus punya prinsip seperti hadits Rasulullah, "Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya dan beramalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok."

***

Buatlah Perencanaan yang Matang

Satu kata yang ditulis di sebuah kertas itu lebih berguna daripada sejuta kalimat di otak atau pikiran. Oleh karena itu, tulislah rencana-rencana apa saja yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan yang telah kita tentukan sebelumnya. Dengan perencanaan yang tertulis di buku, dapat menjadi bahan pengingat apa-apa yang sudah terlaksana dan apa yang belum terlaksana.

Misalnya kita telah menentukan tujuan hidup itu untuk meraih sukses dunia akhirat. Nah, berarti apa saja yang harus kita lakukan untuk mencapai sukses dunia akhirat. Tapi ingat, semua itu harus dimulai dari kegiatan yang mudah dilakukan oleh kita saat ini.

***

Raih Prestasi Luar Biasa

Berusahalah dengan sekuat tenaga untuk mencapai prestasi luar biasa. Jangan pernah menunda-nunda waktu yang ada.

Tentunya kita ingat nasyid dari Raihan yang intinya mengingatkan kita akan 5 perkara sebelum 5 perkara;
Ingat sehat sebelum sakit
Ingat muda sebelum tua
Ingat kaya sebelum miskin
Ingat lapang sebelum sempit
Ingat hidup sebelum mati

Kalau sudah mati, tentunya kita tidak bisa lagi beramal. Makanya mumpung masih hidup, kita raih kesuksesan di dunia dan akhirat. Karena ajal itu tidak pandang bulu, apalagi memandang masih muda atau tua.

***

Bersiaplah Menghadapi Kegagalan

Kegagalan dan kesuksesan adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Orang yang ingin sukses harus tahu dan paham bahwa ada saat-saat kegagalan. Jangan pernah takut melangkah karena takut gagal. Contohlah balita yang tidak pernah menyerah ketika sedang latihan berjalan. Balita sering sekali jatuh, namun dia bangkit untuk memperbaiki latihan jalannya. Dan akhirnya, mereka mampu berjalan dengan lancar.

Jika terjadi kegagalan, kita jangan meratapinya, tapi berpikirlah apa yang harus dilakukan untuk mengatasi dan mengantisipasi kegagalan tersebut. Oleh karena itulah penting adanya suatu perencanaan di atas kertas. Dengan kertas perencanaan tersebut, kita bisa memperbaiki apa-apa yang menjadi penyebab kegagalan di masa yang akan datang.

***

Milikilah Kesabaran Diri

Sabar bila dijalani sebagaimana mestinya akan mampu mengubah musibah menjadi peluang, hambatan menjadi kesempatan, dan keterbatasan menjadi anugerah.

Seperti seorang yang sakit lumpuh setelah lulus sekolah, ia sadari kesalahannya selama ini karena jauh dari Al-Qur'an. Di saat dia lumpuh, ia sadar, sabar, dan bersyukur atas nikmat sakitnya, lalu ia gunakan waktunya selama lumpuh untuk menghafal Al-Qur'an. Empat bulan setelah lumpuh, ia sudah hafal Al-Qur'an seluruhnya dan pada saat itulah Allah menyembuhkannya dari kelumpuhannya. Subhanallah.

Oleh karena itu, "Kenalilah Allah saat suka, maka Dia akan mengenalmu di saat susah." Demikian pesan abadi Nabi untuk sadar dan selalu sabarkan diri.

***

Begitulah kunci-kunci agar kita bisa menjadi Super Hero.

Wallahu a'lam.

Referensi : Buku 'Zero to Hero' Solikhin Abu Izuddin

KotaSantri.com 2002-2022