Pelangi » Jurnal | Jum'at, 6 Februari 2009 pukul 05:22 WIB

Hati yang Membatu

Penulis : Sylvia Nurhadi

Seorang gadis kecil berumur 4 tahun sedang bermain di halaman belakang rumahnya. Tiba-tiba entah dari mana, muncul tentara Israel dengan senapan di tangan. Tanpa diduga, serdadu tersebut langsung memuntahkan pelurunya ke tubuh gadis kecil di hadapannya itu. Tubuh gadis kecil malang tersebut pun langsung tersungkur dibuatnya.

Mendengar suara tembakan yang begitu dekat, kedua orangtuanya segera ke luar dan berlari mendekati putrinya. Namun serdadu itu menghardik keduanya dengan bahasa moncong senapannya. Selanjutnya ia mempersilahkan anjing-anjing pelacak yang dibawanya untuk 'menyantap' tubuh kecil yang belum tentu telah tewas tersebut di hadapan kedua orangtuanya! Perbuatan macam apakah ini? Syaitankah atau Ibliskah mereka?

Esok paginya, orangtua dan beberapa saudaranya datang kembali dengan maksud mengambil jasad yang sudah tercabik-cabik tersebut. Namun para serdadu tetap tidak mengizinkannya. Bahkan keesok harinya lagi, ketika dua teman kecilnya datang secara diam-diam untuk mengambil tubuh temannya, keduanya ditembaki oleh serdadu-serdadu Israel tadi hingga tewas. Kembali anjing-anjing pelacak mereka mencabik-cabik mangsa baru yang masih segar tersebut. Astaghfirullah...

Sungguh perbuatan biadab yang tidak masuk akal. Kisah ini diceritakan oleh seorang dokter Palestina dengan air mata bercucuran. Dokter ini telah bolak-balik menangani sejumlah korban, baik yang terkena bom maupun yang menjadi korban kejahatan dan kebrutalan serdadu Israel di Gaza. Namun tidak pernah ia melihat korban seperti yang baru saja dikisahkannya. Peristiwa ini terjadi di Jabaliya, salah satu kamp pengungsi di Gaza. Menurut beberapa saksi mata, kejadian serupa tidak hanya sekali itu saja dan kemungkinan juga terjadi di tempat lain.

Sementara yang sudah menjadi pemandangan biasa adalah penembakan terhadap anak di muka umum. Seorang relawan secara diam-diam berhasil mengabadikan peristiwanya. Terlihat dalam rekaman, 2 orang anak jongkok berimpitan di sebelah tong sampah dengan penuh ketakutan. Tak lebih dari 6 meter di hadapan mereka, seorang serdadu mengarahkan moncong senapannya ke arah keduanya. Selanjutnya si serdadu memilih satu di antaranya untuk ditembak dan satu lagi dibiarkannya tetap hidup dalam kenangan buruknya.

Hingga hari ke 18 agresi Israel, korban meninggal telah mencapai 1000 orang dan lebih 4500 luka-luka. Kebanyakan korban adalah warga sipil, perempuan, dan anak-anak. Bahkan dokter dan petugas medis lengkap dengan peralatannya pun tidak luput dari serangan brutal. Akibatnya, para korban perang terpaksa menjalani operasi tanpa dibius terlebih dahulu. Bayangkan!

Melalui Al-Qur'an, kita tahu bahwa sejak dahulu bangsa Yahudi adalah bangsa yang keras kepala. Padahal sesungguhnya Allah telah menentukan tanah Palestina bagi bangsa Yahudi. Dengan syarat, bila mereka dapat berbuat adil terhadap penduduknya serta mentaati perintah Allah sebagaimana tercantum dalam ayat 21 dan 12 surat Al-Maidah berikut :

021. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.

012. Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasulKu dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus."

Namun apa jawaban mereka? (QS. Al-Maidah [5] : 22-24)

022. Mereka berkata, "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya."

023. Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya, "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman."

024. Mereka berkata, "Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja."

Ternyata selain keras kepala, mereka sangat pengecut, suka melanggar janji serta membunuh para nabi. Nikmat yang diberikan Allah kepada mereka tidak mampu menjadikan mereka takwa. Sifat-sifat inilah yang menyebabkan Allah mengutuk bangsa Yahudi.

026. Allah berfirman, "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu." (QS. Al-Maidah [5] : 26).

155. Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan, "Hati kami tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka." (QS. An-Nisa [4] : 155).

013. (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Maidah [5] : 13).

Fenomena inilah yang kita saksikan saat ini. Hati mereka keras seperti batu. Mereka tega membantai dan menyiksa sesama manusia tanpa sedikit pun perasaan belas kasihan. Mahabenar Allah dengan segala firmanNya. Maka ketika hati nurani ini tidak lagi terasa bergetar ketika menyaksikan ketidakadilan dan kebiadaban terjadi di hadapan kita, waspadalah! Jangan-jangan Allah telah mengutuk kita, sehingga hati ini menjadi keras membantu. Na'udzubillah min Dzalik.

KotaSantri.com 2002-2022