Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Santri
Desi Susanti
Guru
Palembang
ichna
pelajar
grobogan
Anis Arista
Operator
surabaya
Forum
Suara
ida : Ninggalin jejak
yantie : Hidup mmg seperti panggung sandiwara, warna-i cerita nya ada suka, duka, lengkap bgt,, tggal bgmna kita memilihnya, (lurus, sesat kelak akan menuai hikmah/hasilnya)
Pelangi
Cermin
Selasa, 31 Agustus 2010 pukul 20:55 WIB
Junaedogawa
Di masa paceklik, kesepuluh saudara Yusuf pergi jauh ke Mesir. Dengan wajah berselubung cadar, Yusuf menerima mereka, dan mereka membeberkan kesusahan mereka serta minta pertolongan menghadapi bahaya paceklik yang menakutkan. …
Selengkapnya • Suka
Selasa, 24 Agustus 2010 pukul 20:55 WIB
Temmie Iswanto
“Tholhah, kamu pulang ke Indo Lebaran ini?” “Insya Allah tidak,” jawab Tholhah atas pertanyaan Huda. “Bukankah mudik berarti menjalin kembali tali silaturrahim? Dan bukankah Rasulullah SAW adalah orang yang paling …
Selengkapnya • Suka
Selasa, 17 Agustus 2010 pukul 20:55 WIB
Catur Catriks
Belut dan Lele bosan hidup di sungai. Sungai bagi mereka adalah tempat tinggal yang sempit. Air sungai tidak dalam. Airnya selalu bergerak. Mereka harus terus berenang agar tubuh mereka tidak …
Selengkapnya • Suka
Selasa, 10 Agustus 2010 pukul 20:25 WIB
Meyla Farid
Gigi-gigi yang tajam merobek dan mencabik daging yang berlumuran darah merah itu. Tanpa ampun, hewan-hewan buas itu mencabik-cabik mangsanya. Darah menetes-netes dari taringnya. Suara geraman penuh nafsu saling bersahutan diantara …
Selengkapnya • Suka
Selasa, 3 Agustus 2010 pukul 20:45 WIB
Redaksi KSC
Abu Yazid Al-Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut. Dengan murung lelaki itu mengadu, "Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya …
Selengkapnya • Suka
lila | mahasiswa
Saya sangat senang sekali bisa bergabung dengan KotaSantri.com, karena saya sendiri memang santri.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3596 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels