Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
Alamat Akun
http://yudie.kotasantri.com
Bergabung
18 Maret 2010 pukul 04:47 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Karyawan
http://tetapbersyukur.wordpress.com
yudi_aja56@yahoo.co.id
mas.yudiii
http://facebook.com/Wahyudi Yusuf
Tulisan Wahyudi Lainnya
Mie Goreng Jawa
3 November 2013 pukul 21:21 WIB
Mie Godog Jawa
13 Oktober 2013 pukul 22:22 WIB
Zina adalah Utang
1 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Bubur Kacang Hijau Istimewa
22 September 2013 pukul 22:00 WIB
Hijaber? Antara Modernitas dan Syari'at
12 September 2013 pukul 22:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 12 November 2013 pukul 20:00 WIB

Serigala yang Menerkam Anak

Penulis : Wahyudi

Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua orang perempuan sedang bermain-main bersama dua orang anaknya. Tiba-tiba datang serigala dan menerkam salah seorang anak itu, kemudian dibawanya lari. Maka ibu yang mempunyai anak diterkam berkata kepada Ibu yang anaknya selamat, ‘Yang dibawa lari serigala adalah anakmu.’ Temannya pun membantah, ‘Bukan, yang diterkam serigala adalah anakmu.’

Mereka saling berebut, maka keduanya bersepakat mendatangi Nabi Daud ‘Alaihis salam untuk minta bantuan. Lalu Nabi Daud memberikan keputusan bahwa anak tersebut adalah putra dari ibu yang lebih tua usianya.

Karena tidak puas, kemudian mereka mengadukan kepada Nabi Sulaiman bin Daud ‘Alaihimas salam. Nabi Sulaiman berkata, ‘Bawalah kepadaku sebilah pisau untuk membelah anak ini agar masing-masing ibu mendapatkan bagiannya.’ Perempuan yang lebih muda kemudian berkata, ‘Jangan lakukan! Semoga Allah memberi rahmat kepadamu. Itu anak dari ibu ini,’ katanya sambil menunjuk kepada ibu yang lebih tua. Maka Nabi Sulaiman memutuskan bahwa anak tersebut putra dari ibu yang lebih muda.” [1]

***

Pelajaran yang dipetik adalah, kecerdasan merupakan anugerah Allah, tidak ada kaitannya dengan faktor usia seseorang. Dan kebenaran itu hanya ada pada satu pihak.

[1] Al-Bukhari, 3427; Muslim, 1720.

Sumber : Sittuna Qishshah Rawaha an-Nabi wash Shahabah al-Kiram, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, edisi bahasa Indonesia: "61 KISAH PENGANTAR TIDUR Diriwayatkan Secara Shahih dari Rasulullah dan Para Sahabat", pent. Pustaka Darul Haq, Jakarta.

http://tetapbersyukur.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Wahyudi sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

aisy_me | Karyawan Swasta
Bagus-bagus tulisannya, menambah semangat dan inspirasi. :)
KotaSantri.com © 2002 - 2017
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0753 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels