HR. Ahmad : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
Alamat Akun
http://junaedogawa.kotasantri.com
Bergabung
8 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya, Madiun, Mamuju - Jawa Timur
Pekerjaan
pembantu
http://junaedogawa.blogspot.com
meklis@yahoo.com
yustio004@yahoo.com
yustio004@yahoo.com
Tulisan Junaedogawa Lainnya
Kecelakaan
26 Februari 2011 pukul 12:00 WIB
Iman dan Takwa dikalikan dengan Allah
14 Desember 2010 pukul 18:22 WIB
Yusuf dan Saudara-saudaranya
31 Agustus 2010 pukul 20:55 WIB
Cincin Permata dan Cincin Timah
22 September 2009 pukul 20:10 WIB
Cita-Cita adalah Amanah
10 Juni 2009 pukul 17:13 WIB
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 15 Januari 2013 pukul 16:00 WIB

"Tidak Tahu" yang Menunjukkan "Tahu"

Penulis : Junaedogawa

IMAM AL-BUKHARI adalah seorang hafidz Al-Hadits yang cukup masyhur. Sehingga, saat beliau tiba di Baghdad, para ulama hadits ingin menguji hafalan beliau. Akhirnya mereka berkumpul dan bersepakat untuk menguji Imam Al-Bukhari dengan 100 hadits yang masing-masing sanadnya ditukar satu sama lain. Dan 100 hadits tersebut dibagi untuk sepuluh orang, hingga masing-masing menguji Imam Al-Bukhari dengan 10 hadits.

Setelah ada kesepakatan dengan Imam Al-Bukhari dalam sebuah majelis hadits, para penguji itupun bergabung. Dalam majelis yang dihadiri oleh ulama Baghdad dan Khurasan itu, masing masing menanyakan kepada Imam Al-Bukhari, ”Tahukah anda hadits begini dengan sanad begini?”

Imam Al-Bukhari pun menjawab, ”Saya tidak tahu.” Dan demikian juga jawaban Imam Al-Bukhari terhadap seluruh penguji, setiap mereka menyampaikan hadits yang sanadnya ditukar satu sama lain. Hingga seluruh hadits selesai ditanyakan.

Jawaban Imam Al-Bukhari tersebut membuat para ulama saling memandang satu sama lain dan mengatakan, ”Laki-laki ini paham.” Namun, orang yang tidak memahami masalah akan menilai bahwa Imam Al-Bukhari tidak memahami. (Lihat, Hadyu As-Sari, hal. 652).

Imam Al-Bukhari menjawab semua pertanyaan dengan ungkapan “tidak tahu” karena beliau mengetahui benar bahwa hadits-hadits dengan sanad yang ditukar itu tidak pernah beliau jumpai karena memang susunan sanadnya yang benar tidaklah seperti yang disampaikan para penguji. Jawaban Imam Al-Bukhari, ”tidak tahu” justru menunjukkan beliau adalah orang yang tahu menurut para ulama.

Walhasil, bisa jadi orang jahil menilai para ulama sebagai orang bodoh karena ia tidak mengetahui hakikat ilmu. Dan hal ini tidaklah membahayakan ulama, karena orang yang alim (pandai) tetap saja mengetahui bahwa para ulama itu adalah orang yang pandai meski dituduh sebagai orang-orang bodoh oleh orang yang jahil.

Diambil dari hidayatullah.com

http://junaedogawa.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Junaedogawa sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

lila | mahasiswa
Saya sangat senang sekali bisa bergabung dengan KotaSantri.com, karena saya sendiri memang santri.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0520 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels