Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
Alamat Akun
http://zahirul-haq.kotasantri.com
Bergabung
17 Agustus 2010 pukul 22:47 WIB
Domisili
Kebumen - Jawa Tengah
Pekerjaan
Swasta
http://inzpirasiqu.blogspot.com/
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 10 Januari 2012 pukul 14:00 WIB

Kebanggaan dan Kesombongan

Penulis : M. Ngafif

Suatu hari di tepi sebuah sungai, seorang Ulama melihat laki-laki sedang duduk bersama dengan seorang wanita muda dan di dekat mereka ada sebotol arak. Terlintas dalam hatinya, “Alangkah bejatnya orang itu, dan alangkah baiknya kalau ia seperti aku.”

Tiba-tiba kelihatan sebuah perahu tidak jauh dari orang itu, perahu itu berangsur-angsur tenggelam sehingga tujuh orang yang berada di dalamnya hampir mati kelemasan. Orang laki-laki yang duduk di tebing sungai itu segera terjun ke sungai untuk menolong mereka dan berhasil diselamatkannya hanya enam orang. Kemudian orang itu berpaling kepada Ulama tadi dan berkata, “Jika kamu lebih mulia dari saya, maka dengan nama Allah, selamatkanlah seorang lagi yang belum dapat saya selamatkan. Kamu diminta hanya menyelamatkan satu orang, sedang saya telah menyelamatkan enam orang.”

Tetapi sayang, Ulama tersebut tidak dapat menyelamatkan orang yang tinggal seorang itu, maka laki-laki itupun berkata kepada Ulama tersebut, “Tuan, wanita yang duduk di samping saya tadi ialah ibuku, dan botol itu hanya berisi air putih saja, bukan arak. Hal ini adalah untuk menguji tuan.”

Mendengar kata-kata itu, Ulama tersebut tertegun, lalu berkata, ”Sebagaimana tuan telah menyelamatkan enam orang, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam air kebanggaan dan kesombongan.”

Orang itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah kabulkan maksudmu.”

Ulama tersebut merasa maksudnya telah terkabul, sejak itu beliau sangat merendahkan diri, bahkan menganggap dirinya lebih hina dari orang lain.

Diambil dari Cerita Sufi Hasan Bashri

http://inzpirasiqu.blogspot.com/

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan M. Ngafif sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Arry Rahmawan | Penulis dan Trainer
Subhanallah, akhirnya KotaSantri.com semakin berkembang. Artikelnya bagus dan dapat menambah wawasan kita semua. Maju terus KotaSantri.com... ^^

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1001 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels