|
Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
|
|
|
http://inzpirasiqu.blogspot.com/ |
Selasa, 10 Januari 2012 pukul 14:00 WIB
Penulis : M. Ngafif
Suatu hari di tepi sebuah sungai, seorang Ulama melihat laki-laki sedang duduk bersama dengan seorang wanita muda dan di dekat mereka ada sebotol arak. Terlintas dalam hatinya, “Alangkah bejatnya orang itu, dan alangkah baiknya kalau ia seperti aku.”
Tiba-tiba kelihatan sebuah perahu tidak jauh dari orang itu, perahu itu berangsur-angsur tenggelam sehingga tujuh orang yang berada di dalamnya hampir mati kelemasan. Orang laki-laki yang duduk di tebing sungai itu segera terjun ke sungai untuk menolong mereka dan berhasil diselamatkannya hanya enam orang. Kemudian orang itu berpaling kepada Ulama tadi dan berkata, “Jika kamu lebih mulia dari saya, maka dengan nama Allah, selamatkanlah seorang lagi yang belum dapat saya selamatkan. Kamu diminta hanya menyelamatkan satu orang, sedang saya telah menyelamatkan enam orang.”
Tetapi sayang, Ulama tersebut tidak dapat menyelamatkan orang yang tinggal seorang itu, maka laki-laki itupun berkata kepada Ulama tersebut, “Tuan, wanita yang duduk di samping saya tadi ialah ibuku, dan botol itu hanya berisi air putih saja, bukan arak. Hal ini adalah untuk menguji tuan.”
Mendengar kata-kata itu, Ulama tersebut tertegun, lalu berkata, ”Sebagaimana tuan telah menyelamatkan enam orang, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam air kebanggaan dan kesombongan.”
Orang itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah kabulkan maksudmu.”
Ulama tersebut merasa maksudnya telah terkabul, sejak itu beliau sangat merendahkan diri, bahkan menganggap dirinya lebih hina dari orang lain.
Diambil dari Cerita Sufi Hasan Bashri
http://inzpirasiqu.blogspot.com/
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan M. Ngafif sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.