HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://junaedogawa.kotasantri.com
Bergabung
8 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya, Madiun, Mamuju - Jawa Timur
Pekerjaan
pembantu
http://junaedogawa.blogspot.com
meklis@yahoo.com
yustio004@yahoo.com
yustio004@yahoo.com
Tulisan Junaedogawa Lainnya
Cincin Permata dan Cincin Timah
22 September 2009 pukul 20:10 WIB
Cita-Cita adalah Amanah
10 Juni 2009 pukul 17:13 WIB
Mimpi dan Bayangan
14 April 2009 pukul 17:16 WIB
Jadikan Kita sebagai Muslim, Mukmin, dan Muttaqin
23 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Permainan
19 Februari 2009 pukul 05:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 31 Agustus 2010 pukul 20:55 WIB

Yusuf dan Saudara-saudaranya

Penulis : Junaedogawa

Di masa paceklik, kesepuluh saudara Yusuf pergi jauh ke Mesir. Dengan wajah berselubung cadar, Yusuf menerima mereka, dan mereka membeberkan kesusahan mereka serta minta pertolongan menghadapi bahaya paceklik yang menakutkan.

Di muka Yusuf ada sebuah piala. Diketuknya piala itu dengan tangannya, dan benda itu memperdengarkan suara yang penuh kepedihan. Saudara-saudaranya itu pun terkejut; mereka tak dapat menahan bicara, maka kata mereka padanya, “O Aziz. Adakah tuanku, atau adakah seseorang tahu akan arti suara itu?”

“Aku tahu betul,” kata Yusuf.

“Tetapi kalian tidak akan tahan mendengar penuturannya; sebab piala ini mengatakan bahwa kalian mempunyai seorang saudara laki-laki yang istimewa karena kebagusan rupanya dan namanya Yusuf.”

Kemudian Yusuf mengetuk piala itu untuk yang kedua kali, lalu katanya, “Piala ini mengatakan padaku bahwa kalian melemparkan saudara kalian itu ke dalam sumur dan bahwa kalian membunuh serigala yang tak berdosa dan melimuri baju Yusuf dengan darah binatang itu.”

Yusuf mengetuk piala itu buat yang ketiga kali, dan sekali lagi piala itu memperdengarkan suara yang penuh kesedihan. Yusuf menambahkan, “Piala ini mengatakan bahwa saudara-saudara Yusuf membuat ayah mereka tercebur ke lubuk kesedihan dan bahwa mereka itu menjual Yusuf. Nah, apakah yang telah diperbuat oleh orang-orang yang tak beriman ini terhadap saudara mereka? Setidak-tidaknya, takutlah hendaknya pada Tuhan, wahai kalian yang berdiri di hadapanku.”

Ini membuat mereka berada dalam keadaan sedemikian rupa, sehingga mereka berkeringat karena takut – mereka yang datang hendak meminta roti itu. Waktu menjual Yusuf, sebenarnya mereka telah menjual diri mereka sendiri; ketika mereka memasukkan dia ke dalam sumur, sebenarnya mereka sendiri terlontar ke dalam sumur penderitaan.

Barangsiapa membaca kisah ini tanpa mendapat manfaat, dia itu buta. Janganlah mendengarkan dengan masa bodoh, sebab ini tak lain dari kisahmu sendiri. Kau terus juga banyak melakukan dosa dan kesalahan, karena kau tak diterangi dengan cahaya kesadaran. Jika seseorang mengetuk piala hidupmu, maka tersingkaplah padamu sendiri perbuatan-perbuatan dosamu. Bila piala hidupmu diketuk dan kau terjaga dari tidur; bila kesalahan-kesalahan dan dosa-dosamu dperlihatkan satu demi satu, aku sangsi apakah kau akan tetap berpegang pada ketenagan atau pikiranmu. Kau seperti semut yang lumpuh dalam sebuah cambung. Betapa sering kau memalingkan kepalamu dari piala langit? Kembangkan sayapmu dan terbanglah membumbung, kau, yang mempunyai pengetahuan tentang kebenaran. Jika tidak, kau akan senantiasa malu bila kau mendengar suara piala itu.

Dari Buku Fariduddin Attar

http://junaedogawa.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Junaedogawa sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Vitra | Exim Staff
Sangat hebatzzz, KSC!
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0654 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels