Pelangi » Bingkai | Senin, 18 November 2013 pukul 18:00 WIB

Tentang Rindu dan Kerinduan

Penulis : Yuli Harmita

Sengaja ditulis, semoga esok lebih baik lagi dalam memaknai rindu dan kerinduan. Sepotong episode perjalanan hidup merangkai kisah. Kisah tentang hati yang merindu. Merindukan-Nya, merindukannya, dan merindukan dia. Ya, rindu itulah yang selalu mewarnai hari membuat hati lebih indah dari sebuah pelangi.

Kerinduan datang bila cinta melekat pada jiwa kita. Karenanya tanpa cinta tak akan ada yang namanya rindu. Bila rindu sudah membuncah, maka obat mujarab yang kita butuhkan hanya bertemu. Ya, sebuah pertemuan.

Ada masa ketika seseorang dilanda kerinduan yang mulai menggebu, rindu pada seorang makhluk yang diciptakan untuk menemani perjuangan dalam kehidupan mempersiapkan sebuah pertemuan dengan-Nya. Bersabarlah dalam meniti episode perjalanan ini, karena kesabaran akan menguatkan langkah dan sebuah penantian. Berjuanglah untuk mendapatkannya, teruslah melakukan perbaikan, karena dengan itu kita akan mendapatkan kebaikan dari apa yang kita perbaiki. Yakin saja, dia sudah ada dan mungkin juga dia sedang bersiap, dan Allah pun akan menyiapkan untuk kita. Hanya waktu yang belum tepat, belum saatnya dan masih harus banyak belajar bersabar. Bersabarlah dan bertaqwalah.

Ada satu episode lagi tentang rindu, yaitu merindukan kebersamaan dengan teman-teman, merasakan betapa indahnya ukhuwah. Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan, atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatanpun putus.

Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apapun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah.

Saudariku, saksikanlah bahwa aku mencintaimu karena Allah. Aku merindukanmu, rindu akan nasihat darimu, rindu akan penguatan diriku lewat kata-kata tulusmmu. Jangan pernah tinggalkan aku.

Episode terakhir dari sebuah rindu yang menggebu, yaitu kerinduan akan sebuah pertemuan dengan Sang Pencipta Keindahan merindu, Allah 'azza wa jalla. Jiwa para pecinta rindu untuk berjumpa dan memandang wajah Allah yang Maha Agung. "Orang-orang yang yakin bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka." (QS. 2 : 46).

Lalu, sampai di manakah kita dalam memaknai rindu yang sebenarnya?

KotaSantri.com 2002-2021