Pelangi » Bingkai | Kamis, 12 September 2013 pukul 21:00 WIB

Engkau-lah yang di Hati

Penulis : Rifatul Farida

Memberi makna pada setiap tarikan nafas ini. Sepenuhnya menyadari anugerah kehidupan dalam tapak seorang mukmin. Sebagai hal tiada terkira yang tak kan pernah bisa diukur oleh nikmat dunia seisinya. Berusaha mendekat dan semakin mendekat, hingga mampu kata-kata indah itu menguntai syahdu seiring dengan beningnya hati. Allah, aku jatuh cinta padaMu.

Di jalan lurus ini, ketika sebuah janji terkukuhkan, untuk tidak hanya tegak menapak, namun juga menapak sebaik mungkin, semampu diri dalam ikhtiar luar biasa. Allah, bantu aku selesaikan hidup ini dengan sebaik-baiknya, menjadi seperti yang Engkau inginkan. Maka, bimbing daku selalu.

Melalui ujian demi ujian, menerima amanah demi amanah serta menggilir susah dan senang, canda dan air mata. Sungguh, jika bukan karena penjagaan dan pertolonganMu, tak kan pernah sanggup ku berdaya menghadapinya dalam rekah senyum yang menyejukkan jiwa. Maka, besertaku selalu.

Kesyukuran ini , tak kan pernah mampu sempurna mengekspresikan segala anugerah. Karena terlalu berlimpah dalam takaran siapapun, hingga jelas firmanMu, “Fabi ayyi ‘ala irabbikuma tukaddziban.” Ya, maka nikmatMu yang manakah lagi yang sanggup kudustakan?

Dan, kini aku siap hadapi hari lagi, dengan ridhaMu mengukir kebaikan demi kebaikan pada tiap lembaran catatan takdir. Semoga kiranya Engkau tersenyum melihat semangat kebaikan ini, yang terpatri di dalam jiwa, laksana nyala api yang tak kan pernah padam. Hingga di ujungnya kerinduan kan bermuara, bertemu denganMu dengan sambutan hangat salam para malaikat.

Allah, Engkau-lah yang di hati, Engkau-lah yang dituju, Engkau-lah yang dipuja, Engkau-lah segalanya. Sesungguhnya hidupku, matiku, ibadahku hanyalah untukMu. Semoga, tertepati demikian adanya dalam setiap laku. Aamin.

KotaSantri.com 2002-2020