Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Refleksi Kerinduan
1 Agustus 2013 pukul 19:19 WIB
Jodoh Terbaik
18 Juli 2013 pukul 21:12 WIB
Poligami
11 Juli 2013 pukul 22:00 WIB
Sendiri Menikmati
4 Juli 2013 pukul 21:00 WIB
Jangan Bertanya “Mengapa”
21 Juni 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 15 Agustus 2013 pukul 21:12 WIB

Cerialah, Tersenyumlah, Bangkitlah

Penulis : Rifatul Farida

Mengawali cerita lagi, dengan torehan warna-warni yang telah disiapkan dalam tilawah ba’da shubuh. Selepas mengukuhkan jiwa dengan dzikir-dzikir menenangkan. Mengatur banyak hal dari bagian-bagian hati agar memadu dalam kendali keimanan. Dan satu tarikan nafas panjang menjadi penanda bahwa aku rela melepas semuanya, aku rela menerima banyak hal yang sudah terjadi dengan keyakinan akan kebaikkan-kebaikkan hidup dalam perhitungan takdirNya. Aku, siap memulai semuanya lagi, dalam keteraturan gerak yang menginduk pada satu kata kunci, ridhaNya.

Berkahlah hidup ini, semoga.

Memekarkan kuncup-kuncup semangat dengan siraman istiqamah. Bismillah… aku melangkah lagi. Selepas jeda tanpa rencana yang baru saja teralami. Menyelesaikan satu urusan dan beralih ke urusan berikutnya. Dengan perhatian utamanya adalah yang Maha Mengurus.

Maka cerialah hidupku, yang menebar ke segala penjuru arah. Maka tersenyumlah hatiku, memberi sentuhan menyenangkan pada hati-hati lain. Maka bangkitlah jiwaku, yang merengkuh jiwa-jiwa luar dari lingkar diri. Maka, inilah hidupku ! Yang tak hanya untuk diri sendiri. Dan pada kenyataannya, inilah diriku, yang hidup tak hanya seorang diri.

Mendengar rintikan sisa hujan pagi ini, yang telah sempurna basahi bumi. Seolah, mendengar dendangan alam penghibur semua lara. Tes, tes, tes… satu-satu butiran bening itu jatuh dari atas genting. Mengajak jiwa menilik ruhani yang baru saja hampir kehilangan imunitas dirinya. Ruhani ringkih yang masih saja butuh banyak asupan energi dari lahan tarbiyah.

Ada masanya, aku berada pada titik tak ideal. Namun, bukan berarti menjadi alasan halal untuk tidak berupaya menjadi yang ideal. Ada kalanya, hanya ada suguhan warna hitam di pandangan, dan inilah saatnya memaknai hitam dengan senyuman di putihnya hari.

Cerialah hidupku, tersenyumlah hatiku, bangkitlah jiwaku. Ku kendalikan kalian untuk begitu di hari ini, dan hari-hari berikutnya. Dengan tetap menyadari adanya kebersebrangan dari hal ini tak dapat dinafikkan.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Desy Rahayu | Pegawai
Saya baru bergabung di KotaSantri.com setelah saya membaca beberapa cerita yang sangat menarik, saya berkeinginan juga untuk berbagi cerita dengan Anda semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0770 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels