|
Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
|
|
mujahidah.qonitat |
|
|
jilbab_is_good |
|
jilbab_is_good@yahoo.com |
|
http://twitter.com/am_meeta |





Senin, 30 Juli 2012 pukul 11:00 WIB
Penulis : Yuli Harmita
Tiap kali kau bercerita dan mengungkapkan semua resah juga sakit yang kau rasakan, aku pun menangis karenanya. Tapi, tak pernah kuperdengarkan padamu, hanya tertahan sampai kau tutup teleponnya, baru airmata bisa tumpah.
Apakah kau tahu, apa yang kau ceritakan padaku adalah sama dengan apa yang kerap aku hadapi? Dan bahkan, kalau kau tahu bahwa aku mungkin lebih rapuh darimu. Tapi, apakah kau tahu, bahwa sekarang aku lebih dan bertambah kuat dengan semua tumpahan ceritamu padaku? Ya, aku lebih berdiri tegak menghadapi semuanya.
Bila cinta belum menyapa, bebaskan saja. Biarkan hati tetap melebarkan sayapnya. Orang kuat bukanlah mereka yang selalu menang, melainkan yang tetap berdiri tegak saat akan terjatuh.
Mari biarkan hati kita selalu menari, melukis pelangi, menyiapkan diri. Aku selalu mencintaimu karena-Nya. Dan seperti janjiku, bahwa aku akan selalu ada untukmu, maka kau boleh gugat janjiku bila nanti teringkari. Janjiku tak seperti janjinya yang melukaimu, ukhti.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Yuli Harmita sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
