|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|
|
|
http://nurvhie.wordpress.com/ |
|
|
fitri_senja@yahoo.com |





Senin, 6 Februari 2012 pukul 12:12 WIB
Penulis : Nurfitri Rahmawati
Aku benci, tapi juga cinta, di saat yang sama. Hatiku sakit, tapi juga merasakan rindu, pada orang yang sama. Aku marah, tapi juga butuh dia.
Dia…,
Memang telah memberikan aku berjuta luka. Tapi karena dia jua, aku merasakan beragam rasa bahagia.
Dia…,
Membuatku berada pada titik terendah keputusasaan karena kecewa.
Tapi berkat rasa kecewa itulah, aku belajar untuk lebih kuat. Berusaha lebih tegar dan kembali ceria, seolah masalah itu tak pernah ada.
Ya Rabbi,…
Maha Pembolak-balik hati, jangan biarkan aku memilih sesuatu, yang tidak ENGKAU tentukan menjadi bagian hidupku. Tuntunlah aku, memilih sesuatu, sesuai dengan keinginanMU.
Amin.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurfitri Rahmawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.