|
HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
|
|
|
fziah05@ymail.com |
|
http://facebook.com/fauziah humaira |
|
http://twitter.com/sihaizirah |





Senin, 23 Januari 2012 pukul 10:30 WIB
Penulis : Fauziah Humaira
Kekurangan adalah kelebihan dan kelebihan adalah kekurangan. Pernyataan macam apa ini? Ada sebagian dari kita mungkin terlalu bangga dengan diri sendiri, sebagian yang lain merasa minder kurang percaya diri dengan apa yang dimiliki. Inilah kenyataan, mau tidak mau harus mau! Tidak semua harapan itu kenyataan dan tidak semua harapan itu kenyataan.
Hukum alam (sunnatullah) selalu berlaku whenever, wherever, and whoever. Dan ini bukan sesuatu yang over, lumrah! Ketika kita terlalu bangga dengan diri sendiri, ingatlah bahwa di atas langit itu masih ada langit. Dunia ini diciptakan dengan keseimbangan, ada siang yang diimbangi dengan indahnya malam, ada salah dan benar yang akan selalu menang meskipun bukan di dunia.
Di saat seperti ini, masih banyak juga yang bangga dengan topengnya. Menyembunyikan wajah di balik topeng, sampai kapan? Bukan masanya lagi. This is the time to show my own face, menerima kekurangan dan mensyukuri kelebihan yang dimiliki agar hidup bisa dinikmati. Indah bukan?
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fauziah Humaira sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.