|
Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
|
|
|
http://nurvhie.wordpress.com/ |
|
|
fitri_senja@yahoo.com |





Senin, 16 Januari 2012 pukul 12:00 WIB
Penulis : Nurfitri Rahmawati
Maafkan aku....
Mungkin, hanya kalimat itu yang tak bosan aku sampaikan, mengungkapkan penyesalanku yang mendalam. Bukan karena apa yang telah aku lakukan, melainkan karena tak ada lagi yang bisa aku katakan.
Maafkan aku...
Harusnya kamu tahu, aku tak pernah merebut hatinya. Dia yang datang padaku dengan secercah harap dan tak pernah bilang bahwa telah ada dirimu di hatinya. Bahkan saat aku bertanyapun, adakah seseorang yang mengisi hatinya, dia hanya bilang, bahwa hanya aku yang ada di hatinya
Untukmu, perempuan yang dambaan hatinya telah berpaling padaku...
Salahkah aku? Saat orang yang kamu cintai, lebih memilih menghabiskan waktunya bersamaku? Maafkan aku, jika kenyataan itu membuatmu bersedih.
Tapi, setelah kini kutahu ia adalah milikmu, kurelakan ia kembali padamu. Sebab, aku tak ingin membangun sebuah cinta di atas luka perempuan lain, aku tak ingin menikmati sesuatu yang bukan hakku, aku tak ingin menciptakan kebahagiaan yang diawali dengan kebohongan.
Jika kamu masih mencintainya, maafkanlah dia yang masih ingin memperpanjang kisahnya denganmu. Anggaplah kisahku dengannya hanyalah persinggahannya. Lupakanlah segala hal yang membuatmu terluka, agar kau bisa menerimanya kembali, dengan tangan terbuka.
Dedicated for a woman outhere.
Inikah isi hatimu saat ini?
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurfitri Rahmawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.