Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://nurvhie.kotasantri.com
Bergabung
9 Februari 2011 pukul 10:49 WIB
Domisili
Cengkareng - Jakarta
Pekerjaan
Harvest
http://nurvhie.wordpress.com/
fitri_senja@yahoo.com
Tulisan Nurfitri Lainnya
Untuk Para Mujahid
2 September 2011 pukul 16:30 WIB
Apa Artinya Cinta?
15 Agustus 2011 pukul 13:30 WIB
Cukuplah Allah
11 Agustus 2011 pukul 11:30 WIB
Anak adalah Cermin
2 Agustus 2011 pukul 14:14 WIB
Cinta Tiada Batas
8 Juli 2011 pukul 13:15 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 8 September 2011 pukul 11:00 WIB

Inni Uhibbuki Fillah

Penulis : Nurfitri Rahmawati

Beberapa saat sebelum hari pernikahan itu tiba.

Aku menemukan sesuatu dalam dirinya, yang tidak aku temui dalam diri setiap lelaki yang pernah aku kenal sebelumnya. Kejujuran. Sesuatu yang amat langka dalam kondisi kehidupan sekarang ini. Dia memang “berbeda” dari lelaki manapun, yang pernah kukenal. Dia unik. Mengerti tentang satu sisi religi yang tak pernah terpikirkan olehku, atau mungkin orang lain. Satu sisi, yang terkadang - terlupakan -.

Dia jujur. Memilih untuk menceritakan keadaan masa lalunya, kekurangannya, daripada menunjukkan kelebihannya, pada saat awal perkenalan kami. Sungguh, hal itu tak pernah aku temui sebelumnya. Hal yang tak lazim dilakukan oleh seseorang yang.... yah...bisa dibilang tahap pedekate.Aku salut atas sikapnya. Hal itulah yang membuat hatiku mulai menyemai benih cinta untuknya. Kejujurannya telah membuat hatiku...mempersilakan ia untuk masuk kedalamnya. Meski aku masih bertanya....Ya Rabbi...is it him ?.

Aku teringat masa - masa dimana aku masih bimbang mengungkapkan alasan, mengapa aku memutuskan bahwa ia adalah 'pilihan'ku. Namun kini aku tahu, sebenarnya yang membuatku tak mampu mengungkapkannya, bukan karena aku ragu, tapi justru karena aku terlampau yakin, bahwa ia adalah pilihan Allah untukku. Hingga alasan apapun seolah tak lagi aku perlukan. Hatiku yang begitu lapang untuk menerima semua masa lalunya lah, yang aku artikan sebagai petunjuk dari Allah untuk menerimanya sebagai pendamping hidupku. Tak peduli kisah hidupnya, tak peduli apa kata orang tentangnya, yang aku tahu, selama restu orang tua bersamaku, maka ridho Allah pasti menyertaiku. Amin.

http://nurvhie.wordpress.com/

Suka
cinta sejati, Muhammad Ngafif, dan Ricky Hadi menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurfitri Rahmawati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Vitra | Exim Staff
Sangat hebatzzz, KSC!
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0950 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels