|
Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
|





Kamis, 14 Juli 2011 pukul 11:25 WIB
Penulis : ielya Himma Azzahra
Sobat...
Dulu ketika kita masih di dunia yang sama, dirimu selalu di sampingku, dirimu selalu tersenyum untukku.
Dan ketika kita terpisahkan oleh dunia yang berbeda, dirimu berkata, 'Persahabatan kita tak kan lekang oleh perbedaan dalam bentuk apapun.'
Disaat aku merasa tak kan lagi mampu memiliki sinar sepertimu, dirimu berkata, 'Setiap bintang mempunyai caranya sendiri untuk memancarkan sinarnya.'
Disaat rasa putus asa mengincarku, dirimu berkata, 'Selalu ada waktu yang tepat untuk sesuatu yang indah.'
Dan kini, disaat aku percaya akan adanya sahabat sejati, dirimu mulai menjauh, dirimu mulai terusik dengan perbedaan dunia di antara kita. Aku hanya bisa melihat punggungmu yang berlalu menjauh dariku.
Aku mengambil sebuah kalimat yang indah dari pertemuan singkat kita yang akan aku jadikan kekuatan untuk memancarkan sinarku sebagai sebuah bintang.
'Pancarkan cahayamu dengan caramu sendiri, maka bintangmu akan menjadi yang terindah. Dan sesuatu yang indah mempunyai waktu tersendiri untuk menjadi yang terindah.'
Aku berjanji, suatu saat nanti dirimu akan melihat sebuah bintang dengan sinar yang berbeda, sehingga dirimu tidak akan percaya kalau itu adalah bintangku.
Dan ketika mereka bertanya, 'Dari mana aku mendapatkan cahaya seperti itu?' Maka dengan lantang aku menjawab, 'Aku mendapatkannya darimu, sobat.'
Thank's, sobat, atas kehadiranmu dalam penggalan kisah hidupku.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan ielya Himma Azzahra sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.