Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://nafiadina.kotasantri.com
Bergabung
30 September 2010 pukul 03:38 WIB
Domisili
Jakarta Pusat - DKI Jakarta
Pekerjaan
Sahaya Alloh
Seorang muslimah yang mencintai Allah Azza wa Jalla sebagai Tuhannya,Rasulullah sebagai suri tauladannya,ayah-bunda sebagai permata jiwanya,saudara-saudari sebagai mutiara hatinya,sahabat-sahabat sebagai pelangi kehidupannya,dan saudara/saudari di jalan ALLOH sebagai kekuatan dakwah dijalanNYA..
http://nafiadina.multiply.com
fitrianinaa@yahoo.co.id
http://facebook.com/nafiadina
Tulisan Nina Lainnya
La Tahzan, Duhai Jiwa
16 November 2010 pukul 17:45 WIB
Syukur dan Malu Jiwaku
28 Oktober 2010 pukul 18:40 WIB
Katakanlah : Cukup Bagiku Allah
26 Oktober 2010 pukul 18:55 WIB
Bahagiaku di Wajah Peri-Peri Kecil
17 Oktober 2010 pukul 15:45 WIB
Mercusuar Ukhuwah, Tinggi Menggapai Syurga
12 Oktober 2010 pukul 18:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Selasa, 23 November 2010 pukul 04:30 WIB

Di Atas Menara Cahaya, Menjemput Cinta

Penulis : nina fitria

Duhai kekasih sejati, Engkau Mahacahaya, Engkau Cahaya di atas Cahaya. Dalam kerinduan mendalam, dalam tatih meniti Pintu Cahaya,
aku di sini, bersimpuh tuk menjemput CINTA, Cinta Sang Mahacinta.

Jangan terpadam, wahai berkas-berkas cahaya jiwa. Jangan pula terpejam, wahai mata-mata jiwa. Sibak segala kabut dosa dan dusta yang menyeruak, bercahayalah dengan pelita keimanan, terangilah dengan Dzikrullah.

Jernihkanlah qalbu dalam basuhan syahdu senandung Kalam Allah
bak mata air syurga yang mengaliri sukma, ya Al-Qur'anul Kariim jadilah mata air kehidupan bagi jiwa.

Ya Allah, jadikanlah hati ini putih bercahaya, hati yang meski tertusuk duri kehidupan, bias senyum kesyukuran terurai indah, harap pun tak kan pudar atas Rahmat yang Maha Penyayang. Segala asa mengantung di langit-langit jiwa, sempurna tertunduk di hadap Sang Pencipta.

Aku di sini, berselimutkan Munajat Cinta, damba tersuci dari segala noda jiwa, tersembuh dari segala penyakit hati, berbinar cahaya Cinta dari-MU, berkilau dengan Cahaya Ilmu dari-MU, berpendar dalam Cahaya Taufiq dan hidayah dari-MU

Cahaya bagi Wajahku,
Penglihatanku,
Lisanku,
Pendengaranku,
Tanganku,
Langkahku,
Hidupku,
Matiku,
Duniaku,
Akhiratku,

Perkenankanlah bagiku cahaya-MU, dalam tiap bait-bait do'a, ku bangkit jiwa dalam naungan cahaya-MU, di atas Menara Cahaya, ku Menjemput Cinta-MU.

"Ya Allah ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari belakangku. Ciptakanlah cahaya dalam diriku, perbesarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untukku, dan jadikanlah aku sebagai cahaya. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku, dan cahaya di kulitku." (HR. Bukhari).

Cahaya untuk Jiwa, Cahaya untuk Cinta, Cahaya untuk Syurga.

http://nafiadina.multiply.com

Suka
nurdin sholihin, yantie, Al-Fakir, dan bambang menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan nina fitria sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

salman dikz | Karyawan
KotaSantri.com... Ya Allah, kereeeen. Tooop daaaaah.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1178 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels