
Pelangi » Bingkai | Kamis, 18 Februari 2010 pukul 17:40 WIB
Penulis : Lizsa Anggraeny
Andai ...
Lelah dapat tercerabut, ingin terus kubuka mata dalam sisa hening malam. Menambal tumpukan beban yang masih merejam pikiran saat gelap makin merapat. Menyapu lembar demi lembar lelah yang tak tertahan.
Andai ...
Satu badan dapat terbagi dua, ingin kususun raga dalam kelam merajam. Satu bagian dapat teronggok lelap dalam buaian empuk pelapuk usang. Dengan bagian lain yang dapat terus bergerak dalam kerangka ruang dengan timbunan pekerjaan.
Andai ...
Waktu berjalan dua kali lebih banyak, ingin kuurai lilitan waktu yang mengejar tak tertahan. Melepas himpitan jiwa terkekang. Dalam luang detik yang panjang.
Andai ...
Semua tak diandai-andai, himpitan pekerjaan tak terasa bagaikan beban. Ia berjalan setahap demi setahap, melewati titian akhir. Dengan hati lapang tanpa kekang. Menghargai waktu yang terus berkejaran tanpa menorehkan rasa sesal, rasa kesal.
KotaSantri.com © 2002-2012