Pelangi » Bingkai | Kamis, 28 Januari 2010 pukul 18:55 WIB

Religiusitas Menurun

Penulis : Nurfaridah

Engkau selalu mendendangkan Al-Qur'an, kitab sucimu. Engkau yang tak selalu malas bangkit dari tidur pulasmu demi mendekat kepada Rabb-mu di tengah malam, di saat-saat orang-orang lalai dalam buaian mimpi. Engkau mendekat dalam sujud-sujudmu. Engkau pergi dalam keadaan suci hadats. Karena dalam saku baju selalu engkau letakkan Al-Furqan. Apalagi yang wajib, selalu engkau tunaikan dengan sesama umat mukmin untuk senantiasa meramaikan rumah Allah, masjid.

Semua itu aku dengar melalui suara burung-burung yang memuji ketaatanmu pada Sang Khaliq. Aku terpana! Seorang yang berparas tampan, berpendidikan tinggi, anak orang berpunya. Namun tak terdapatkan sesuatu yang cacat padamu. Atau aku yang dungu, sehingga terlalu memujimu dan meletakkanmu sebagai seorang yang istimewa.

Aku tak menghujat Sang Pencipta. Aku hanya miris melihat dirimu yang mulai lalai. Lalai dalam berjama'ah, lalai dalam menyenangi ayat-ayatNya, lalai dalam mengingat waktu shalat (kecuali bila telah tampak olehmu pertanda waktu shalat hampir habis), dan lalai dalam hal ubudiyah lainnya.

Allah berfirman, "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKu!" (Surah Adz-Dzariyat : 56).

Aku menyadari, aku juga tidaklah lebih baik dari dirimu, tapi siapa yang tidak bahagia jika orang yang ia istimewakan benar-benar seorang yang istimewa. Aku pun demikian menginginkan hal itu, melihat orang yang kita panuti tidak berlalai-lalai.

Biarlah semua berjalan begitu saja. Hanya do'a yang aku tujukan pada Allah, semoga DIA membuka dan melembutkan hatimu, kembali seperti dahulu.

Aamiin...

KotaSantri.com © 2002-2012