|
HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
|
|
|
http://ridhakemuning.blogspot.com |
|
|
ridhakemuning |





Senin, 4 Januari 2010 pukul 18:35 WIB
Penulis : Nurfaridah
Mas, dua tahun sudah kita lewati bahtera ini. Masih seumur jagung memang. Dalam luasnya samudera, kita pernah merasakan bagaimana ombak-ombak dan riak gelombang mempermainkan bahtera kita, membuat perjalanan kita sedikit terganggu. Namun semua itu tidaklah berarti, karena udara kemaafan yang senantiasa engkau tebarkan menjadikanku begitu nyaman berada di sampingmu, mendampingimu.
Dengan luasnya maaf yang engkau tawarkan, aku mulai sadar, bahwa menjadi seorang Khadijah, seorang Fathimah, seorang Asyiah, ataupun Aisyah, sangatlah tidak mudah. Terlalu mahal! Karena aku tak cukup memiliki lembar-lembar uang keikhlasan untuk membelinya. Aku hanyalah perempuan yang sangat biasa dan tak memiliki keistimewaan apa pun, terlalu banyak menuntut, hingga membuatmu kelelahan dengan segala keinginanku. Tapi ketahuilah olehmu, mas, dalam libuk hatiku yang paling dalam, aku begitu ingin meniru sosok-sosok perempuan hebat itu. Selalu mengabdi pada Allah dan mengabdi padamu.
Untuk itu, di hari ulang tahun pernikahan kita yang kedua (29 Desember/19 Dzulhijjah), aku coba pohonkan pada Allah rangkaian keinginanku dalam wujud do'a. Do'a yang senantiasa orang-orang panjatkan untuk memulai hidup baru. Semoga Allah mengijabahi pintaku, pinta kita. Aamiin...
Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al-Qubra
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga NabiMu yang suci
Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridhoMu
Jadikanlah kami Suami dan Istri yang saling mencintai di kala dekat
Saling menjaga kehormatan di kala jauh
Saling menghibur di kala duka
Saling mengingatkan di kala bahagia
Saling mendo'akan dalam kebaikan dan ketaqwaan
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan
Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepadaMu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah RasulMu
Ya Allah,
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimatMu yang suci
Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asmaMu
Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai
Jadikan mereka teladan yang baik bagi manusia
Ya Allah,
Damaikanlah pertengkaran di antara kami
Pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya
Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi
Ya Allah,
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami, dan ampunilah kami
Jaikanlah kami termasuk golongan orang-orang mukmin
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Aamiin…
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Diperlihatkan neraka kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka satu masa, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya), niscaya ia akan berkata : Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu.” (HR. Al-Bukhari).
Na’udzubillahi min dzalik. Semoga hal seperti ini dapat aku jauhi. Dukung aku untuk menjadi istri yang baik bagimu, mas.
SELAMAT ATAS HARI PERNIKAHAN KITA
DI TAHUN YANG KE II
Yang selalu menyayagi dan mencintaimu
Istrimu, Faridah
http://ridhakemuning.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurfaridah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.