Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Menepikan Keinginan Selera Pribadi
19 November 2009 pukul 17:45 WIB
Terlampau Hebat dari Raganya
13 November 2009 pukul 17:15 WIB
Meluruhkan Kelopak Angkuh
9 November 2009 pukul 17:15 WIB
Membagi Resah
29 Oktober 2009 pukul 18:30 WIB
Di Atas Jiwa Hebat
23 Oktober 2009 pukul 18:11 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 3 Desember 2009 pukul 17:25 WIB

Senyumku Tertahan (Lagi)

Penulis : Rifatul Farida

Senyumku tertahan seketika, ketika kau sama sekali tak melihatku, meski hanya dengan ekor matamu, pas ketika kita benar-benar dalam posisi berpapasan. Sementara tak kulihat gelagat terburu-buru darimu, membuatku sulit untuk tidak berpikir kalau kau memang tidak menyapaku.

Bukankah pakaian takwa ini pembukti kalau kita saudara seaqidah? Meski mungkin berbeda fikrah. Engkau tentu mencintai Allah, pun demikian aku. Jadi, mari kita saling tersenyum di atas kecintaan karenaNya, dan beruluk salam meski kita belum saling mengenal.

Meski ini bukan untuk pertama kalinya terjadi pada orang yang tidak selalu sama, namun untuk kali ini aku ingin siapa pun tahu, bahwa senyumku tertahan lagi, seulas senyum untuk saudariku sendiri.

Dan semoga, esok tak ada lagi senyum yang tertahan.

http://rifarida.multiply.com

Suka
salsabila menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Azman Ridho Zain | Santri
Salut dengan keberadaan website ini. Semoga bisa lebih meningkatkan ukhuwah Islamiyah antar sesama santri dan komunitas pesantren se-Indonesia.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1352 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels