Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://at-than.kotasantri.com
Bergabung
12 November 2009 pukul 18:07 WIB
Domisili
Makassar - Sulawesi Selatan
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Rahmatan Lainnya
Serpihan Hati yang Gamang
13 Mei 2010 pukul 18:45 WIB
Titian Kecil Menuju Pulang
19 April 2010 pukul 17:00 WIB
Purnama yang Tersipu
11 Februari 2010 pukul 18:45 WIB
Terlelap Penatku
5 Februari 2010 pukul 20:33 WIB
Filsafat Cinta
25 Januari 2010 pukul 18:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 23 November 2009 pukul 17:15 WIB

Risalah Sekeping Hati

Penulis : Rahmatan Idul

Setiap manusia terlahir dengan dua kepingan hati yang terpisah, dan sudah merupakan fitrah bagi tiap kepingan hati untuk saling mencari, saling melengkapi. Terkadang beberapa kepingan harus mengitari separuh dunia untuk bisa bertemu. Namun terkadang beberapa di antara mereka tak harus ke mana-mana karena kepingan hati yang dicarinya ternyata ada di dekatnya dan tinggal menunggu sedikit waktu baginya untuk mengetahui kenyataan itu.

Beberapa kepingan hati memiliki kisah yang berakhir bahagia. Mereka bertemu, saling mengungkapkan perasaannya masing masing, lalu kemudian mereka dipersatukan oleh sebuah ikatan pernikahan. Namun hidup tak sedemikian indah bagi beberapa kepingan hati yang lain. Tak cukup waktu bagi mereka untuk saling bertemu. Entah karena maut yang terlalu cepat menghampiri, atau memang karena tinta nasib telah menuliskan bahwa sang kepingan hati tak akan pernah bersatu.

Di atas semua itu, semuanya kan terasa begitu menyakitkan tatkala pencarian sang kepingan hati telah sampai pada bagian tersulitnya; cinta yang tak bisa terungkapkan. Saat itu, kegentaran telah merajai singgasana-singgasana kecil di tiap sudut sang kepingan hati, dan mengalahkan semua cinta yang dimilikinya. Saat itu, saat pasir waktu telah menumpahkan butiran terakhirnya, rasa cinta yang dipendam oleh sang kepingan hati perlahan ‘kan menjelma sebagai duri-duri kenangan yang ‘kan menusuknya dengan sejuta racun penyesalan. Sakit. Sang kepingan hati akhirnya harus hidup dengan menanggung rasa sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia kan terus membawa luka yang takkan pernah bisa disembuhkan hingga akhirnya ajal menjemputnya menuju ke alam keabadian.

Demikianlah risalah sebuah hati, dua kepingan yang terpisah. Dan untuk menyatukannya, semua yang kau butuhkan hanyalah cinta. Jadi, sebelum malam mengepakkan sayap-sayap hitamnya, sebelum senja mengubur harapanmu akan kehangatan sang mentari, ucapkanlah cintamu. Katakan, bahwa kau kan selalu ada untuk tiap sepinya, ceriakan sedihnya dan bahwa kau akan menjadi seseorang yang kan menghapus tiap tetes airmata yang mengalir di kedua pipinya.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmatan Idul sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

mashalli | karyawan
Alhamdulillah... Meski baru bergabung di KSC, semakin nambah wawasan dan berbagi pengalaman religius.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1130 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels