Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://iffah_y.kotasantri.com
Bergabung
8 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Malang - Jawa Timur
Pekerjaan
Swasta
insmile_online
Tulisan Imroah Lainnya
Di Balik Hotel Prodeo
28 Juni 2010 pukul 20:45 WIB
Renungan Semalam
5 April 2010 pukul 20:50 WIB
Bianglala di Pantai Senggigi
17 Maret 2010 pukul 20:40 WIB
Ajari Aku Mencintaimu
24 Februari 2010 pukul 20:56 WIB
Rabbi... Izinkan Aku Jatuh Cinta
8 Februari 2010 pukul 20:31 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 24 September 2009 pukul 17:10 WIB

Kutunggu Ta'arufmu

Penulis : Imroah

Kubuka mataku seirama fajar yang menggelinding menyongsong senja, begitu pun asaku terlukis dari hari ke hari mengharap ta'arufmu hingga kini di ujung galah usiaku yang hampir 1/4 abad. Sukmamu yang melanglang menjemput sukmaku di sini, menguatkan tegarku akan kebesaran Illahi.

Tak jauh berbeda nasibku denganmu, bagaimana mungkin kau bisa mendampingiku andai saat ini kau tak setegar karang, bagaimana kau merangkul pundakku jika saat ini jiwamu hanya serapuh puing-puing yang berserakan.

Sebanyak hitungan nafasmu saat ini, kau mampu menjaga kesabaranmu. Aku yakin kau pun lebih mampu memeliharanya, karena itu yang akan mengantarkan ta'arufmu padaku.

Jangan pernah berpikir bahwa dirimu hidup sendiri, karena aku tak pernah bersembunyi, mungkin Allah masih memisahkan kita sementara waktu agar kita lebih mampu mendewasakan diri.

Apa tak cukup bukti akan kesetiaanku?
Lihatlah kerutan ari mengurangi detik demi detik bilangan usiaku yang entah tinggal berapa, melukis helai rambut yang mulai berubah warna.

Terima kasih atas do'amu untukku.

Semoga Allah senantiasa menjaga kesabaran di hati kita, menyempurnakan 1/2 dien kita, dalam ridha dan cinta kasihNya.

Aamiin ya rabbal 'aalamiin.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Imroah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Maharandi | Karyawan
Syukur alhamdulillah, sejak pertama kali membaca tulisan-tulisannya, saya langsung tertarik, karena materinya beragam dan terkadang mendatangkan inspirasi baru. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayahNya kepada kita semua.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1764 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels