|
Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
|
|
|
nailasyafiraq |
|
nailasyafiraq@yahoo.com |





Kamis, 10 September 2009 pukul 10:00 WIB
Penulis : Nia
Cuaca pada hari Jum'at malam di bulan Maret 2009 datang dengan tidak bersahabat. Disaat orang-orang sedang terlelap dalam tidur panjang, hujan turun membasahi kotaku yang disertai dengan teriakan guntur dan petir yang saling bersahutan memecahkan keheningan malam.
Kilat berwarna putih itu menyelinap masuk melalui jendela kamarku. Guntur itu berteriak dengan lantang menyadarkan tidurku, kantukku mulai hilang. Lalu aku ayunkan kaki ke luar meninggalkan kamar untuk mencari pelita, karena listrik di rumahku telah padam.
Udara dingin telah menusuk tulang-tulangku dan rasa takut perlahan mengalir dalam aliran darahku, karena teriakan guntur itu tak juga mau diam. Pikiranku pun menerawang.
Jika hari ini kiamat datang, di saat manusia sedang terlelap dalam tidur, pasti banyak amanah-amanah yang tak sempat tertunaikan. Jika hari ini kiamat datang, sungguh takkan ada lagi kesempatan untuk menabung amal sebagai bekal pulang.
Sungguh, kiamat yang sebenarnya pasti lebih dahsyat dari apa yang aku bayangkan.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nia sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.


