|
HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
|
|
|
http://alamaya.multiply.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Kamis, 13 Agustus 2009 pukul 17:27 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Di pagi yang mendung itu, aku mendapat sebuah pesan singkat. "Penting," begitu katanya. Lalu segera kuhubungi. Aneh, tidak seperti biasanya. Dari perbincangan itu, rasa penasaranku tumbuh. Ada apa gerangan dengan sikapnya itu?
Di malam hari yang juga terlihat mendung, kucoba tuk menghubunginya lagi. Kali ini lewat pesan singkat. Dan, "Deg..." Aku kaget bukan main, hatiku gerimis. Ada rasa yang begitu dalam. Kecewa? Menyesal? Terlambat? Entahlah. Entah apa yang kurasakan saat ini.
Setahun. Ya, hampir setahun lamanya. Saat itu, kondisiku memang tidak memungkinkan, sehingga kuurungkan niat itu. Kini, saat kondisiku sudah memungkinkan, dimana materi dan jarak bukan merupakan penghalang lagi, kudengar kabar itu.
Aku hanya bisa pasrah atas ketentuanNya. Walaupun saat itu sedang mendung, tapi tidak dengan hatiku. Aku tidak harus merasa kecewa, menyesal, terlambat, karena itulah skenario terindah dariNya. Aku yakin, Dia Mahatahu apa yang terbaik bagi hambaNya.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.